Khilafah Islamiyyah Versus The New World Order
Kamis, 19/05/2011 07:35 WIB | email | print
Setiap muslim yang cukup rajin belajar agama, atau yang terlibat dengan pergerakan Islam, umumnya mengenal istilah Khilafah Islamiyyah. Khilafah Islamiyyah merupakan lembaga politik kenegaraan milik ummat Islam yang telah eksis belasan abad sejak Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم memimpinnya pertama kali berbasis di kota Madinah Al-Munawwarah hingga runtuhnya secara resmi khilafah terakhir berupa Kesultanan Utsmani Turki yang bubar pada tahun 1924 atau 1342 hijriyyah.
Dewasa ini dunia Islam terpecah-belah menjadi aneka nation-states (negara berdasarkan kebangsaan) tidak seperti Khilafah Islamiyyah yang menyatukan kaum muslimin dari berbagai bangsa dan wilayah berdasarkan ikatan aqidah kalimat Tauhid لا اله الا الله dan sunnah Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم . Sebenarnya realitas ummat Islam selama belasan abad di bawah naungan Khilafah tidaklah sepenuhnya konstan dalam kebaikan. Ada gradasi yang -perlahan tapi pasti- memperlihatkan suatu dekadensi hingga senanglah kaum kuffar menyaksikan runtuhnya Khilafah dan tercerai-berainya kaum muslimin seperti dewasa ini. Hal ini telah diprediksikan oleh rasulullah صلى الله عليه و سلم lima belas abad yang lalu:
لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً
فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي
تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ
Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: “Sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul. Setiap satu simpul terurai maka manusia akan bergantungan pada simpul berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah simpul hukum dan yang paling akhir adalah simpul sholat." (AHMAD - 21139)
Penegakkan hukum Allah سبحانه و تعالى telah mengalami dekadensi dari masa ke masa. Pada babak paling awal penegakkan hukum berlangsung prima karena baik person pemimpin maupun konstitusi Daulah Islamiyyah langsung di tangani oleh Rasulullah Muhammad صلى الله عليه و سلم , teladan utama orang-orang beriman. Kemudian pada babak berikutnya ummat Islam menyaksikan penegakkan hukum yang masih tetap baik –walau tentunya tidak se-prima di masa Nabi صلى الله عليه و سلم - di bawah person pemimpin yang dijuluki al-Khulafa ar-Rasyidun dan konstitusi Khilafah Islamiyyah, terdiri dari para sahabat utama Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum.
Lalu pada babak selanjutnya penegakkan hukum mulai mengalami masalah karena antara person pemimpin dan konstitusi Khilafah Islamiyyah tidak selalu sinkron. Person pemimpin terdiri dari para khalifah yang dijuluki Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم sebagai para Mulkan ‘Aadhdhon (para penguasa yang menggigit). Namun konstitusi Khilafah Islamiyyah masih baik karena secara formal tetap berlandaskan Islam di mana berbagai urusan dirujuk kepada Allah (Al-Qur’an) dan RasulNya (As-Sunnah). Dalam sejarah dikenal sebagai era berbagai kerajaan Islam, terutama tiga di antaranya yang sangat menonjol yaitu Dinasti Bani Ummayyah, Dinasti Bani Abbasiyyah dan Kesultanan Turki Utsmani. Pada masa yang berlangsung hampir 13 abad itu person pemimpinnya bermasalah, namun konstitusi Khilafah Islamiyyah masih relatif cukup Islami.
Namun sesudah itu masuklah ummat Islam ke dalam babak yang paling kelam dalam sejarahnya di mana baik person pemimpin maupun konstitusi lembaga kenegaraan sungguh bermasalah. Inilah era yang oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم disebut era kepemimpinan Mulkan Jabbriyyan (para penguasa yang memaksakan kehendak). Dan inilah era di mana dunia modern ini berada. Dunia Islam tercabik-cabik ke dalam berbagai nation-states. Tidak ada satu wilayah tunggal ummat Islam yang memberlakukan hukum Allah سبحانه و تعالى . Tidak ada satu blok tunggal kekuatan ummat Islam yang memelihara izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin). Sedangkan kepemimpin dunia justeru berpindah gilirannya ke tangan kaum kuffar yakni the western civilization, dengan kekuatan kaum yahudi-nasrani sebagai komandannya. Oleh karenanya seringkali disebut juga sebagai the judeo-christian civilization.
Pada babak yang kelam ini dunia berjalan menuju kegelapan karena komandannya tidak memiliki cahaya penerang apapun untuk menunjuki jalan manusia ke arah tujuan semestinya. Malah para pemimpinnya justeru mengajak ummat manusia –termasuk ummat Islam- memasuki lubang biawak kebinasaan di dunia apalagi di akhirat. Persis sebagaimana diprediksikan oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم :
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ
شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ
حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ
لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ
الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
“Kamu akan mengikuti perilaku/tradisi/sistem hidup orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya.” Para sahabat lantas bertanya, "Apakah yang anda maksud orang-orang Yahudi dan Nasrani, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Siapa lagi (kalau bukan mereka)?" (HR Bukhary 3197)
Tetapi ada suatu pertanyaan mendasar yang perlu diajukan. Mengapa ummat Islam mengikuti perilaku/tradisi/sistem hidup kaum yahudi dan nasrani? Sesungguhnya dekadensi di bidang penegakkan hukum Allah سبحانه و تعالى bukanlah suatu fenomena yang berdiri sendiri. Ia tidak hanya berkenaan dengan hadir-tidaknya person pemimpin yang bermasalah serta berlaku tidaknya konstitusi Khilafah Islamiyyah di dalam tubuh kaum muslimin. Tetapi ia sangat dipengaruhi oleh kondisi kejiwaan dan mental kaum muslimin secara keseluruhannya yang telah dijangkiti suatu penyakit kronis yang telah disinyalir oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم . Penyakit itu bernama al-wahan. Artinya cinta dunia dan takut menghadapi kematian. Dan penyakit ini bukan hanya muncul di tengah kaum muslimin sesudah runtuhnya secara resmi Khilafah Islamiyyah pada tahun 1924. Tetapi bibit-bibit penyakit ini telah hadir sejak lama sebelum hal itu terjadi. Runtuhnya khilafah hanyalah merupakan faktor pemicu yang menyebabkan kian ganasnya virus penyakit al-wahan berkembang di dalam tubuh kaum muslimin seperti yang dapat kita saksikan dewasa ini.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ
أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى
الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ
وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ
بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ
غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ
مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ
وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ
فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ
قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
Bersabda Rasulullah صلى الله عليه و سلم “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)
Fihak kaum kuffar pada hakekatnya tidak akan pernah sanggup melakukan apapun terhadap ‘izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin) andaikan ummat ini benar-benar beriman dan yakin akan janji Allah سبحانه و تعالى berupa ihdal-husnayain (meraih salah satu dari dua kebaikan) yakni ‘isy kariiman au mut syahiidan (hidup mulia di bawah naungan syariat Allah atau menggapai mati syahid).
قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلا مَا كَتَبَ اللَّهُ
لَنَا هُوَ مَوْلانَا وَعَلَى اللَّهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا
إِلا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal." Katakanlah: "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali ihdal-husnayain (salah satu dari dua kebaikan).” (QS At-Taubah 51-52)
Dalam kitab tafsir Fathul Qadir dikatakan bahwa makna salah satu dari dua kebaikan ialah:
إما النصرة أو الشهادة
“Atau kemenangan atau mati syahid”.
Sepanjang sejarah Islam fihak musuh senantiasa berusaha menghilangkan gairah kaum muslimin untuk meraih salah satu dari dua kebaikan di atas. Mereka melakukan segala upaya untuk memadamkan semangat perjuangan kaum muslimin. Bayangkan, mereka sampai perlu melansir perang Salib selama dua abad (dua ratus tahun)! Namun ummat Islam semakin diperangi semakin menjadi-jadi semangat berperangnya (baca: hubbul-jihad wa asy-syahadah/ cinta jihad dan mati syahid). Kalimat legendaris yang diucapkan Panglima Khalid bin Walid ra ketika memimpin pasukan Islam yang jauh lebih sedikit jumlahnya daripada pasukan Romawi telah menginspirasi pasukan Islam sepanjang zaman:
جئت بأناس يحبون
الموت كما تحبون الحياة
“Aku datang dengan sejumlah manusia yang mencintai kematian melebihi kalian (hai kaum Romawi) dalam mencintai kehidupan...!”
Akhirnya kaum yahudi-nasrani merubah strategi mereka menghadapi kaum muslimin. Mulailah era al-ghazwu al-fikri (perang ideologis) diterapkan menghadapi kaum muslimin. Mulailah mereka meracuni hati dan fikiran kaum muslimin melalui harta, wanita dan perebutan tahta antara sesama muslimin. Mulailah politik belah bambu alias devide et empera diterapkan. Mulailah berbagai ideologi asing buatan kaum kuffar diperkenalkan dan dipromosikan oleh para orientalis yang belajar Islam untuk dijadikan pembungkus kebusukan berbagai ideologi menyesatkan tersebut. Mulailah mereka memperkenalkan makna-makna baru lagi sesat terhadap berbagai istilah Islam yang sudah lama disepakati pemahamannya oleh kaum muslimin sejak dahulu kala. Akhirnya tersebarlah di tengah ummat Islam makna-makna asing lagi menyesatkan terhadap kata-kata seperti al-jihad fi sabilillah, rahmatan lil ‘aalamiin, dien, ‘ibadah, rabb dan ilah.
Alhasil dekadensi di dalam tubuh ummat Islam tidak hanya terjadi pada bab penegakkan hukum semata. Tetapi dekadensi di berbagai bidang lainnya turut menyempurnakan keruntuhan ‘izzul Islam wal muslimin (kemuliaan Islam dan kaum muslimin). Sehingga kaum kuffarpun akhirnya menikmati buah ketidak-loyalan kaum muslimin terhadap agama Allah سبحانه و تعالى dan sunnah Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم . Maka mulailah babak paling kelam dalam sejarah Islam berlangsung.
Di babak ini kaum yahudi dan kaum nasrani (yang telah ter-yahudi-kan) sangat ingin memastikan bahwa ummat manusia –apalagi ummat Islam- tidak pernah lagi boleh menengok ke belakang. Ummat Islam harus diharamkan berfikir menghidupkan kembali ide Khilafah Islamiyyah. Sebab ia telah menjadi sejarah dan harus tetap tersimpan dalam lembaran sejarah semata. Sementara itu kaum kuffar selanjutnya leluasa mempersiapkan dunia dengan sebuah grand-design yang sudah lama mereka rencanakan berupa ide pembentukan sebuah sistem global tunggal bernama Novus Ordo Seclorum alias the New World Order (tatanan dunia baru). Bahkan secara lebih spesifik namun tersamar kaum yahudi telah mencanangkan bahwa NOS sesungguhnya dibangun dalam rangka menyambut kehadiran sang pemimpin yang mereka nanti-nantikan sejak lama yaitu si mata tunggal alias Ad-Dajjal. Oleh karenanya kita temukan beberapa statement dari para pemimpin mereka seperti misalnya:
Henry Kissinger: "…apa yang dinamakan terorisme di Amerika, tapi sebenarnya adalah kebangkitan Islam radikal terhadap dunia secular, dan terhadap dunia yang demokratis, atas nama pendirian kembali semacam Kekhalifahan."
Pada tanggal 5 Oktober 2005, Menteri Dalam Negeri Inggris, Charles Clarke menyampaikan pidato tentang Perang Melawan Terorisme di The Heritage Foundation (sebuah pusat kajian neo konservatif di Washington DC ). Dimana dia menyatakan:
"Apa yang mendorong orang-orang itu adalah ide-ide. Dan berbeda dengan gerakan kebebasan di era pasca Perang Dunia II di banyak belahan dunia, ide-ide itu bukanlah untuk menggapai ide-ide politik seperti kemerdekaan nasional dari penjajahan, atau persamaan bagi semua penduduk tanpa membedakan suku dan keyakinan, atau kebebasan berekspresi tanpa tekanan totaliter. Ambisi-ambisi itu adalah, paling tidak secara prinsip, bisa dirundingkan dan dalam banyak hal telah dimusyawarahkan. Namun, tidak ada perundingan bagi pendirian kembali Khilafah; tidak ada perundingan bagi penerapan Hukum Syariah; dan tidak ada perundingan tentang penindasan atas persamaan antara laki-laki dan perempuan; tidak ada perundingan untuk mengakhiri kebebasan berbicara. Nilai-nilai itu adalah sangat fundamental bagi peradaban kami dan tidak dimungkinkan adanya perundingan."
Dalam pidatonya di awal bulan November 2005 George Bush Jr menyatakan bahwa kaum militant sedang berusaha untuk mendirikan sebuah "kekaisaran Islam radikal":
"Ide membunuh dari kaum Islam radikal adalah tantangan yang besar di abad baru kita. Sama seperti ideology komunisme, musuh kita yang baru ini mengajarkan bahwa individu yang tidak berdosa bisa dikorbankan untuk bisa menjalankan visi politik. Kaum militan percaya bahwa mereka dapat menyatukan kaum muslimin dengan cara menguasai Negara, sehingga dengan cara itu mereka menumbangkan semua pemerintahan moderat di wilayah dan mendirikan sebuah kekaisaran Islam yang membentang dari Spanyol hingga Indonesia."
Sedangkan berkenaan dengan NOS, kita temukan suatu pernyataan dari Bush Senior di tahun 1991 yang ternyata dibuktikan sebaliknya pada dekade berikutnya. Pernyataannya di antaranya sebagai berikut:
“Until now, the world we’ve known has been a world divided – a world of barbed wire and concrete block, conflict and cold war.
Now, we can see a new world coming into view. A world in which there is the very real prospect of a new world order. In the words of Winston Churchill, a "world order" in which "the principles of justice and fair play ... protect the weak against the strong ..." A world where the United Nations, freed from cold war stalemate, is poised to fulfil the historic vision of its founders. A world in which freedom and respect for human rights find a home among all nations.
The Gulf war put this new world to its first test, and, my fellow Americans, we passed that test.”
Jelaslah bahwa para pendukung the New World Order memiliki agenda yang sangat berbeda –bertentangan lebih tepatnya- dengan kaum muslimin yang faham dan bangga akan sejarahnya. Tidak ada muslim-mukmin yang bisa melupakan masa lalunya. Sebab kendati Khilafah Islamiyyah sudah tiada, namun karena ia telah berlangsung belasan abad sulit untuk begitu saja dilupakan. Sedangkan hegemoni Novus Ordo Seclorum alias Sistem Dajjal belum ada seabad. Dan para pengusung sistem batil ini masih berjuang keras memastikan dan memuluskan eksistensinya. Mereka sangat khawatir jika sebelum pemimpin mereka datang, yakni Ad-Dajjal, ummat Islam keburu bangun kembali dari tidur mereka dan bergerak bangkit mewujudkan kembali Khilafah Islamiyyah yang diyakini berlandaskan Kitabullah Al-Qur’anul Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyyah.
Bagi muslim-mukmin yang sadar, maka urusan tegaknya kembali Khilafah Islamiyyah bukanlah sekedar mengenang kembali nostalgia masa lalu. Urusan ini berkaitan erat dengan iman dan keyakinan akan janji Allah سبحانه و تعالى yang tidak pernah berdusta serta prediksi Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم mengenai skenario Akhir Zaman yang tidak pernah meleset. Betapapun tampak digdayanya kekuatan kaum kuffar barat, kaum yahudi-nasrani serta para antek kaki-tangan mereka dari sebagian kaum musyrikin dan munafikin yang telah berhasil mereka rekrut dengan kebijakan stick and carrot.
Urusan siapa yang Allah سبحانه و تعالى izinkan memimpin dunia adalah urusan giliran. Ada kalanya Allah سبحانه و تعالى percayakan kepada kaum beriman dan ada kalanya dipercayakan kepada kaum kuffar. Dewasa ini giliran sedang Allah سبحانه و تعالى serahkan kepada kaum kuffar. Ummat Islam wajib bersabar dan melipat-gandakan kesabaran. Kesabaran untuk terus menyempurnakan persiapan diri, keluarga dan ummat di berbagai bidang, sejak dari bina al-iman wa at-tauhid hingga bina ad-da’wah wa al-jihad. Kesabaran untuk tidak mudah tergoda oleh rayuan pengusung NOS yang membujuk ummat Islam untuk memandang baik berkompromi dan kerja-sama dengan NOS guna memelihara nilai-nilai Sistem Dajjal. Kesabaran untuk tidak terjerembab ke dalam berbagai fitnah zaman yang telah meliputi segenap aspek kehidupan manusia. Fitnah yang telah meliputi aspek ideologi, politik, sosial, budaya, ekonomi, militer, pendidikan, hukum, kesehatan, informasi dan lain-lainnya.
Babak ini boleh jadi merupakan babak di mana ummat Islam sedang babak belur, tetapi ia bukan alasan untuk membiarkan diri mengembangkan defeated mentality (mental pecundang) sehingga kemenangan kaum kuffar sedemikian menyilaukan sehingga seorang muslim menggunakan kaedah if you can’t beat them, then you join them (jika kamu tidak dapat mengalahkan mereka, maka bergabung sajalah dengan mereka). Sehingga kita mendengar mereka yang sedemikian rupa tersilaukan melihat kedigdayaan kaum kuffar tega secara terang-terangan mengungkapkan hilangnya kepercayaan diri terhadap perlunya institusi Khilafah Islamiyyah. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji”uun. Padahal Rasulullah صلى الله عليه و سلم dengan jelas menyatakan bahwa sesudah babak yang penuh fitnah ini, niscaya Allah سبحانه و تعالى akan izinkan tegaknya kembali Khilafah Islamiyyah berdasarkan manhaj Kenabian.
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ
مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ
ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا
ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ
النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ
أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا
إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا
ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا
فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ
أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا
إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا
ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً
فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ
أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا
إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا
ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ
النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
”Akan berlangsung nubuwwah (kenabian) di tengah-tengah kalian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya (berakhir) bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya. Kemudian berlangsung khilafah menurut manhaj kenabian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian berlangsung para Mulkan ‘Aadhdhon (para penguasa yang menggigit) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian berlangsung kepemimpinan Mulkan Jabbriyyan (para penguasa yang memaksakan kehendak) selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya Kemudian akan berelangsung kembali khilafah menurut manhaj kenabian. Kemudian beliau berhenti”. (AHMAD - 17680)
Boleh jadi Allah سبحانه و تعالى tidak izinkan kita mengalami hidup di bawah naungan Khilafah Islamiyyah. Yang paling penting ialah memastikan diri dan keluarga kita menjadi bagian dari ummat islam yang dipercaya Allah سبحانه و تعالى untuk turut serta mempersiapkan dan memperjuangkannya di atas jalan yang lurus dan benar. Bukan malah menjadi bagian dari mereka yang justeru turut melestarikan dan memandang final The New World Order yang sejatinya merupakan Sistem Dajjal dalam rangka menyambut kedatangan si puncak fitnah, yakni Ad-Dajjal. Wa na’udzu billaahi min dzaalika...!
Sabtu, 21 Mei 2011
Kamis, 12 Mei 2011
Ada Apa dengan Negara Islam?
Ada Apa dengan Negara Islam?
Rabu, 11/05/2011 09:16 WIB | email | print
Islam datang untuk melepaskan manusia dari berbagai bentuk belenggu perbudakan, perhambaan, dan penjajahan. Perbudakan ini bisa dilakukan oleh manusia terhadap manusia lainnya, negara terhadap rakyatnya, dan oleh suatu negara terhadap negara lainnya.
Islam datang untuk menegakkan keadilan, bahwa tidak ada manusia yang merasa berhak untuk menjadi mulia, agung dibanding manusia lainnya, selain dari ALLAH yang menetapkan kemuliaan itu berdasarkan kadar takwa manusia itu sendiri. Islam datang untuk menyadarkan manusia bahwa satu-satunya yang pantas disembah hanyalah ALLAH, karena Dia lah Yang Maha Adil, Dia lah yang Maha Bijaksana, dan Dia lah Yang Maha Raja, Pemilik semesta alam raya ini.
Negara Islam adalah negara yang menjadikan Islam sebagai nafasnya. Hukum nya bukanlah aturan-aturan yang dibuat berdasar hawa nafsu, sehingga berlaku untuk sebagian manusia namun sebagian yang lain terhindar darinya. Hukum tertingginya adalah pedoman cara hidup yang tidak ada keraguan di dalamnya, tidak bengkok, memuat penjelasan terperinci untuk segenap manusia, yaitu Al Quran dan Sunnah.
Negara Islam adalah negara yang menjamin setiap hak hidup kaum minoritas sebagaimana mereka menjamin hak mayoritasnya. Keadilannya terang-benderang, meliputi setiap manusia yang hidup dalam naungannya.
Sudah sepatutnya bagi setiap muslim untuk menunjukkan keislamannya dengan terang dan tegas. Terlebih di negeri ini yang benihnya tumbuh dengan siraman darah para syuhada, maka tidak ada alasan bagi setiap muslim untuk kemudian menyembunyikan identitas keislaman mereka. Seorang muslim yang beriman, tidaklah memiliki cita-cita yang lebih mulia selain menegakkan kalimat ALLAH di tempat di mana kakinya berpijak. Ia bercita-cita bisa menghirup nafas tauhid, bersih dari segala racun kemusyrikan, merdeka untuk tidak lagi diperbudak dalam bentuk apapun, dan tegaknya keadilan tanpa kompromi pada berbagai bentuk kezaliman.
Negara Islam adalah keniscayaan perjuangan bagi setiap muslim, karena tidaklah dapat dikatakan ia berislam secara total bila ia mengambil sebagian dan berpaling pada bagian yang lain, kecuali bila ia memilih menjadi sedemikian karena merasa aman dari pertanggungjawaban di hadapan ALLAH kelak. Untuk orang-orang yang memilih cara hidup sedemikian, maka hendaknya mereka menyebut diri mereka sendiri part-time moslem.
Sungguh aneh di dunia ini ada saja orang-orang yang merasa bahwa bumi ini milik mereka, negara adalah lahan yang mereka perebutkan simpanannya, kepentingan orang banyak adalah bahan gurauan mereka, dan agama hanya menjadi bahan perdebatan dan makar mereka. Tetapi alangkah lebih mengherankan, jika orang-orang seperti ini bertebaran di setiap negeri Islam. Nama mereka muslim. Lidah mereka fasih mengutip kitab suci. Tetapi sayang hanya sebatas itu. Mereka sudah terbiasa untuk membius darah mereka dengan harta haram. Akal dan suara hati nurani tertutup oleh nyanyian ribut dan nyaring hawa nafsu mereka. Mereka adalah makhluk melata pengkhianat. Mereka hidup dari menghisap manusia-manusia lain yang mereka anggap lemah. Mereka berlindung di balik setiap aturan dan hukum mainan mereka. Mari kita mengenal karakter mereka yang dijelaskan secara rinci oleh Al Quran.
“Dan di antara manusia ada yang berkata,“Kami beriman kepada ALLAH dan Hari Akhir”, padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka menipu ALLAH dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ALLAH menambah penyakitnya itu, dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta. Dan apabila dikatakan pada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi!” Mereka menjawab,”Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari. Dan apabila dikatakan kepada mereka,“Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman!” Mereka menjawab,“Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu. Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata,“Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata,“Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.”(Q.S.Al Baqarah: 8-14)
Sungguh panjang lebar Al Quran menceritakan karakter makhluk melata ini, dan bagaimana akhir segala tindak tanduk mereka terhadap umat. Orang-orang beriman tidak perlu terlalu gusar dengan sikap para makhluk melata ini. ALLAH yang akan mengurus mereka. Setiap gerak-gerik dan siasat mereka tanpa disadari akan mengubur mereka sendiri. Orang-orang inilah yang ditelan dengan sendirinya oleh sejarah.
Tetaplah setiap orang-orang beriman fokus pada perjuangan mereka untuk menegakkan Islam di muka bumi ini. Islam adalah Dien dan Daulah. Sungguh setiap badai yang menerpa hanya menyapu puing-puing yang rapuh, dan setiap yang berakar kokoh akan tetap tegak. Berjuanglah untuk mengembalikan 'izzah umat ini. Bersihkan hati dari segala penyakit. Bersihkan amal dari segala perbuatan yang dibenci ALLAH namun telah diperindah setan hingga kita terpedaya untuk melakukannya.
Ketika segenap para penjajah dan pengikut mereka hendak menghapus kata jihad dalam kitab kita, maka pahatlah kata ini di hati kita, alirkan saripatinya dalam darah kita, kobarkan apinya di sorot mata kita ketika berhadapan dengan para penjajah tersebut. Ketika manusia-manusia sombong hendak mengada-ngadakan kitab suci baru bagi umat ini, maka teruslah genggam Kitabullah ini, berpikirlah dengannya, bicaralah dengannya, beramallah dengannya, dan matilah dalam keadaan berakrab dengannya.
Saksikanlah, kami adalah muslim. Islam adalah pilihan hidup kami. Islam adalah negara kami. Islam adalah hidup dan mati kami. Sesiapa yang hendak bermain-main dengan Islam, dengan sendirinya akan berhadapan dengan kami.
Profil penulis : Ibnu Kahfi Bachtiar, guru di Universitas Maritim Raja Ali Haji
Komentar Anda? ( Komentar Masuk : 5 )
Rabu, 11/05/2011 09:16 WIB | email | print
Islam datang untuk melepaskan manusia dari berbagai bentuk belenggu perbudakan, perhambaan, dan penjajahan. Perbudakan ini bisa dilakukan oleh manusia terhadap manusia lainnya, negara terhadap rakyatnya, dan oleh suatu negara terhadap negara lainnya.
Islam datang untuk menegakkan keadilan, bahwa tidak ada manusia yang merasa berhak untuk menjadi mulia, agung dibanding manusia lainnya, selain dari ALLAH yang menetapkan kemuliaan itu berdasarkan kadar takwa manusia itu sendiri. Islam datang untuk menyadarkan manusia bahwa satu-satunya yang pantas disembah hanyalah ALLAH, karena Dia lah Yang Maha Adil, Dia lah yang Maha Bijaksana, dan Dia lah Yang Maha Raja, Pemilik semesta alam raya ini.
Negara Islam adalah negara yang menjadikan Islam sebagai nafasnya. Hukum nya bukanlah aturan-aturan yang dibuat berdasar hawa nafsu, sehingga berlaku untuk sebagian manusia namun sebagian yang lain terhindar darinya. Hukum tertingginya adalah pedoman cara hidup yang tidak ada keraguan di dalamnya, tidak bengkok, memuat penjelasan terperinci untuk segenap manusia, yaitu Al Quran dan Sunnah.
Negara Islam adalah negara yang menjamin setiap hak hidup kaum minoritas sebagaimana mereka menjamin hak mayoritasnya. Keadilannya terang-benderang, meliputi setiap manusia yang hidup dalam naungannya.
Sudah sepatutnya bagi setiap muslim untuk menunjukkan keislamannya dengan terang dan tegas. Terlebih di negeri ini yang benihnya tumbuh dengan siraman darah para syuhada, maka tidak ada alasan bagi setiap muslim untuk kemudian menyembunyikan identitas keislaman mereka. Seorang muslim yang beriman, tidaklah memiliki cita-cita yang lebih mulia selain menegakkan kalimat ALLAH di tempat di mana kakinya berpijak. Ia bercita-cita bisa menghirup nafas tauhid, bersih dari segala racun kemusyrikan, merdeka untuk tidak lagi diperbudak dalam bentuk apapun, dan tegaknya keadilan tanpa kompromi pada berbagai bentuk kezaliman.
Negara Islam adalah keniscayaan perjuangan bagi setiap muslim, karena tidaklah dapat dikatakan ia berislam secara total bila ia mengambil sebagian dan berpaling pada bagian yang lain, kecuali bila ia memilih menjadi sedemikian karena merasa aman dari pertanggungjawaban di hadapan ALLAH kelak. Untuk orang-orang yang memilih cara hidup sedemikian, maka hendaknya mereka menyebut diri mereka sendiri part-time moslem.
Sungguh aneh di dunia ini ada saja orang-orang yang merasa bahwa bumi ini milik mereka, negara adalah lahan yang mereka perebutkan simpanannya, kepentingan orang banyak adalah bahan gurauan mereka, dan agama hanya menjadi bahan perdebatan dan makar mereka. Tetapi alangkah lebih mengherankan, jika orang-orang seperti ini bertebaran di setiap negeri Islam. Nama mereka muslim. Lidah mereka fasih mengutip kitab suci. Tetapi sayang hanya sebatas itu. Mereka sudah terbiasa untuk membius darah mereka dengan harta haram. Akal dan suara hati nurani tertutup oleh nyanyian ribut dan nyaring hawa nafsu mereka. Mereka adalah makhluk melata pengkhianat. Mereka hidup dari menghisap manusia-manusia lain yang mereka anggap lemah. Mereka berlindung di balik setiap aturan dan hukum mainan mereka. Mari kita mengenal karakter mereka yang dijelaskan secara rinci oleh Al Quran.
“Dan di antara manusia ada yang berkata,“Kami beriman kepada ALLAH dan Hari Akhir”, padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Mereka menipu ALLAH dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ALLAH menambah penyakitnya itu, dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta. Dan apabila dikatakan pada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi!” Mereka menjawab,”Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari. Dan apabila dikatakan kepada mereka,“Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman!” Mereka menjawab,“Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu. Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata,“Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata,“Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.”(Q.S.Al Baqarah: 8-14)
Sungguh panjang lebar Al Quran menceritakan karakter makhluk melata ini, dan bagaimana akhir segala tindak tanduk mereka terhadap umat. Orang-orang beriman tidak perlu terlalu gusar dengan sikap para makhluk melata ini. ALLAH yang akan mengurus mereka. Setiap gerak-gerik dan siasat mereka tanpa disadari akan mengubur mereka sendiri. Orang-orang inilah yang ditelan dengan sendirinya oleh sejarah.
Tetaplah setiap orang-orang beriman fokus pada perjuangan mereka untuk menegakkan Islam di muka bumi ini. Islam adalah Dien dan Daulah. Sungguh setiap badai yang menerpa hanya menyapu puing-puing yang rapuh, dan setiap yang berakar kokoh akan tetap tegak. Berjuanglah untuk mengembalikan 'izzah umat ini. Bersihkan hati dari segala penyakit. Bersihkan amal dari segala perbuatan yang dibenci ALLAH namun telah diperindah setan hingga kita terpedaya untuk melakukannya.
Ketika segenap para penjajah dan pengikut mereka hendak menghapus kata jihad dalam kitab kita, maka pahatlah kata ini di hati kita, alirkan saripatinya dalam darah kita, kobarkan apinya di sorot mata kita ketika berhadapan dengan para penjajah tersebut. Ketika manusia-manusia sombong hendak mengada-ngadakan kitab suci baru bagi umat ini, maka teruslah genggam Kitabullah ini, berpikirlah dengannya, bicaralah dengannya, beramallah dengannya, dan matilah dalam keadaan berakrab dengannya.
Saksikanlah, kami adalah muslim. Islam adalah pilihan hidup kami. Islam adalah negara kami. Islam adalah hidup dan mati kami. Sesiapa yang hendak bermain-main dengan Islam, dengan sendirinya akan berhadapan dengan kami.
Profil penulis : Ibnu Kahfi Bachtiar, guru di Universitas Maritim Raja Ali Haji
Komentar Anda? ( Komentar Masuk : 5 )
Rabu, 11 Mei 2011
Pesan Usamah Bin Laden dan Perjuangan Palestina
Pesan Usamah Bin Laden dan Perjuangan Palestina
Senin, 09/05/2011 09:28 WIB | email | print
Palestina sampai akhir zaman tetap menjadi "epicentum" (pusat) konflik di dunia. Palestina tempat lahir para Nabi, dan lahirnya agama-agama. Palestina terdapat agama-agama besar dunia, diantaranya Islam, Kristen, dan Yahudi. Palestina menjadi pusat konfllik antara agama. Terutama Islam melawan agama pagan, yaitu Yahudi dan Nasrani. Perang Salib berulang kali terjadi memperebutkan kota Jerusalem. Sekarang Jerusalem di bawah pendudukan Yahudi.
Sejak tahun 1948, berdiri negara Israel, dan didahului dengan pengusiran dan penghancuran penduduk Palestina, terus berlangsung sampai hari ini. Entah berapa juta penduduk Palestina yang terusir dan dibunuh Israel? Israel yang mula-mula hanya berjumlah kurang dari 100.000 jumlahnya, sekarang Israel sudah berpenduduk 7 juta jiwa. Mereka yang dahulunya diaspora, sekarang berbondong-bondong masuk Israel, dan mengubah Palestina menjadi negara Yahudi, secara sistematis.
Israel berusaha melikwadasi penduduk Palestina dan negara Palestina, hanya sebatas menjadi penduduk jajahan, yang tidak memiliki apa-apa. Mereka sangat dibatasi hak-hak dasar mereka. Tetap, Israel bukan hanya menghancurkan bangunan-bangunan, seperti rumah dan tempat tinggal, serta ladang dan ternak mereka, tetapi mereka menghancurkan masjid-masjid, dan bahkan ada masjid yang dirubah menjadi tempat maksiat.
Masalah mendasar lainnya, pemerintahan pendudukan Israel melarang umat Islam, terutama kaum mudanya pergi ke masjid Al-Aqsha yang menjadi tempat beribadah umat Islam dan menjadi kiblat pertama umat Islam, tetapi sekarang aparat keamanan Israel sangat membatasi umat Islam masuk ke masjid al-Aqsha. Baruck Goldstien, seorang Yahudi asal Australia pernah membakar bangunan kubah masjid al-Aqsha. Sekarang ada usaha-usaha sistematis Israel merobohkan masjid al-Aqsha, dan menggali pondasinya. Israel ingin merobohkan masjid al-Aqsha, dan menggantinya dengan kuil Sulaeman.
Sekarang bersamaan perubahan politik di dunia Arab, dua entitas politik Hamas dan Fatah rujuk, dan dijembatani oleh Mesir. Inilah perubahan penting di dunia Arab. Hamas dan Fatah rujuk, yang selama ini terlibat konflik, dan sengaja konflik itu dikelola oleh Israel, yang tujuannya untuk melemahkan perjuangan umat Islam Palestina.
Dua entitas politik Hamas dan Fatah berusaha membangun pemerintahan baru, pemerintahan yang merupakan perwujudan antara Hamas dan Fatah dengan tujuan mencapai negara Palestina merdeka. Ini sesuatu tidak mudah. Pasti Israel dan Amerika Serikat, dan kekuatan Yahudi internasional tidak akan membiarkan bersatunya kekukatan Hamas dan Fatah.
Amerika Serikat dan atas permintaan anggota Kongres (DPR) akan membekukan bantuan mereka kepada Fatah. Amerika Serikat juga menolak untuk memberikan pengakuan terhadap Palestina yang merdeka. Ini artinya Amerika Serikat akan mendukung Israel untuk melanggengkan penjajahan Israel atas Palestina.
Usamah bin Ladin memperingatkan dalam rekaman terakhir audionya yang direkam sebelum dibunuh oleh pasukan komando Amerika, bahwa tidak akan ada keamanan bagi AS sebelum Palestina hidup dalam keamanan, sebuah situs Jihadis melaporkan Minggu kemarin (8/5).
Mengomentari Presiden AS Barack Obama, Bin Ladin berkata: "Amerika tidak akan dapat bermimpi mendapatkan keamanan sampai saudara kami hidup dalam keamanan di Palestina. Ini tidak adil bahwa anda hidup dalam damai sementara saudara-saudara kami di Gaza hidup dalam ketidakamanan."
+++
Dengan ini rubrik dialog sebelum kami tutup. Kami menyampaikan terima kasih ata partisipasi para pengunjung.
Senin, 09/05/2011 09:28 WIB | email | print
Palestina sampai akhir zaman tetap menjadi "epicentum" (pusat) konflik di dunia. Palestina tempat lahir para Nabi, dan lahirnya agama-agama. Palestina terdapat agama-agama besar dunia, diantaranya Islam, Kristen, dan Yahudi. Palestina menjadi pusat konfllik antara agama. Terutama Islam melawan agama pagan, yaitu Yahudi dan Nasrani. Perang Salib berulang kali terjadi memperebutkan kota Jerusalem. Sekarang Jerusalem di bawah pendudukan Yahudi.
Sejak tahun 1948, berdiri negara Israel, dan didahului dengan pengusiran dan penghancuran penduduk Palestina, terus berlangsung sampai hari ini. Entah berapa juta penduduk Palestina yang terusir dan dibunuh Israel? Israel yang mula-mula hanya berjumlah kurang dari 100.000 jumlahnya, sekarang Israel sudah berpenduduk 7 juta jiwa. Mereka yang dahulunya diaspora, sekarang berbondong-bondong masuk Israel, dan mengubah Palestina menjadi negara Yahudi, secara sistematis.
Israel berusaha melikwadasi penduduk Palestina dan negara Palestina, hanya sebatas menjadi penduduk jajahan, yang tidak memiliki apa-apa. Mereka sangat dibatasi hak-hak dasar mereka. Tetap, Israel bukan hanya menghancurkan bangunan-bangunan, seperti rumah dan tempat tinggal, serta ladang dan ternak mereka, tetapi mereka menghancurkan masjid-masjid, dan bahkan ada masjid yang dirubah menjadi tempat maksiat.
Masalah mendasar lainnya, pemerintahan pendudukan Israel melarang umat Islam, terutama kaum mudanya pergi ke masjid Al-Aqsha yang menjadi tempat beribadah umat Islam dan menjadi kiblat pertama umat Islam, tetapi sekarang aparat keamanan Israel sangat membatasi umat Islam masuk ke masjid al-Aqsha. Baruck Goldstien, seorang Yahudi asal Australia pernah membakar bangunan kubah masjid al-Aqsha. Sekarang ada usaha-usaha sistematis Israel merobohkan masjid al-Aqsha, dan menggali pondasinya. Israel ingin merobohkan masjid al-Aqsha, dan menggantinya dengan kuil Sulaeman.
Sekarang bersamaan perubahan politik di dunia Arab, dua entitas politik Hamas dan Fatah rujuk, dan dijembatani oleh Mesir. Inilah perubahan penting di dunia Arab. Hamas dan Fatah rujuk, yang selama ini terlibat konflik, dan sengaja konflik itu dikelola oleh Israel, yang tujuannya untuk melemahkan perjuangan umat Islam Palestina.
Dua entitas politik Hamas dan Fatah berusaha membangun pemerintahan baru, pemerintahan yang merupakan perwujudan antara Hamas dan Fatah dengan tujuan mencapai negara Palestina merdeka. Ini sesuatu tidak mudah. Pasti Israel dan Amerika Serikat, dan kekuatan Yahudi internasional tidak akan membiarkan bersatunya kekukatan Hamas dan Fatah.
Amerika Serikat dan atas permintaan anggota Kongres (DPR) akan membekukan bantuan mereka kepada Fatah. Amerika Serikat juga menolak untuk memberikan pengakuan terhadap Palestina yang merdeka. Ini artinya Amerika Serikat akan mendukung Israel untuk melanggengkan penjajahan Israel atas Palestina.
Usamah bin Ladin memperingatkan dalam rekaman terakhir audionya yang direkam sebelum dibunuh oleh pasukan komando Amerika, bahwa tidak akan ada keamanan bagi AS sebelum Palestina hidup dalam keamanan, sebuah situs Jihadis melaporkan Minggu kemarin (8/5).
Mengomentari Presiden AS Barack Obama, Bin Ladin berkata: "Amerika tidak akan dapat bermimpi mendapatkan keamanan sampai saudara kami hidup dalam keamanan di Palestina. Ini tidak adil bahwa anda hidup dalam damai sementara saudara-saudara kami di Gaza hidup dalam ketidakamanan."
+++
Dengan ini rubrik dialog sebelum kami tutup. Kami menyampaikan terima kasih ata partisipasi para pengunjung.
Terbongkarnya Kedok Yahudi di Jakarta
Terbongkarnya Kedok Yahudi di Jakarta
Rabu, 11/05/2011 11:46 WIB | email | print
Teka-teki itu terjawab. Selama ini menjadi sangat sulit memahami. Kemana arah gerakan yang mengusung ideologi plurasime?
Para penganut ideologi pluralisme itu mula-mula hanya menginginkan kebebasan beragama. Mereka menuntut setiap paham agama itu, diberi ruang hidup secara bebas di Indonesia. Tidak ada restriksi atau pembatasan. Termasuk adanya undang-undang yang mengatur keberadaan agama di Indonesia.
Gerakan yang mendapatkan dukungan media massa, lembaga swadaya internsional, dan pemerintahan Barat, berusaha dengan sangat gigih, memperjuangkan paham pluralisme di Indonesia. Mereka menggunakan segala kemampuan dan kekuataan yang mereka miliki, agar paham pluralisme itu eksis, dan kemudian mereduksi agama mayoritas di Indoensia, yaitu Islam.
Makanya, mereka berlindung dibalik baju pemerintah yang sekarang sedang getol-getolnya memerangi "terorisme". Mereka - penganut pluralisme sekarang meniupkan dengan sangat keras tentang ancaman radikalisme, ekstrimisme, dan fundamentalisme. Kaum pluralis dengan menggunakan media yang ada, terus melakukan kampanye tentang ide-ide kotor, yang ingin mereduksi secara total nilai-nilai Islam dalam kehidupan kaum Muslimin.
Tetapi, sekarang semua menjadi sangat terang benderang, para pengusung gerakan pluralisme itu, hanyalah alat, dan menjadi "brokers", yang tujuannya hanyalah untuk melegalkan agama dan komunitas Yahudi di Indonesia.
Mereka menginginkan agar pemerintah melegalkan agama dan komunitas Yahudi Indonesia. Di mana selama ini, aktivitas mereka tertutup, dan selalu menggunakan berbagai "cover" untuk menutupi gerakan mereka.
Gerakan pluralisme yang menginginkan pemerintah memberikan pengakuan dan hak yang sama setiap agama, hanyalah "prolog" (mukaddimah) dari gerakan yang lebih besar, yang tujuannya ingin menjadikan agama Yahudi dan para pengikutnya di Indonesia menjadi legal.
Dengan semakin mencairnya sikap umat Islam terhadap berbagai ideologi dan agama, maka itu menjadi peluang akan legalisasi terhadap agama Yahudi dan para pendukungnya di Indonesia.
Gerakan pluralisme itu, sudah menyusup ke seluruh Ormas Islam, dan ada tokohnya, yang memperjuangkan secara permanen dan terus menerus paham dan ideologi pluralisme itu. Gerakan ini mendapatkan angin saat Abdurrahman Wahid menjadi presiden, dan dilanjutkan oleh "Wahid Institute", yang terus menggelorakan tentang pluralisme di Indonesia.
Esensi gerakan pluralisme itu, bukan hanya ingin mereduksi agama Islam, tetapi gerakan ini juga ingin menjadikan agama Yahudi sebagai "centrum" (pusat) dari semua agama, karena pandangan agama Yahudi, yang sangat rasis itu.
Dengan menelanjangi agama Islam, dan dengan ide-ide semua agama sama, kebebasan agama, dan toleransi agama, maka dititik inilah masuk agama Yahudi dan para pengikutnya, dan kemudian melakukan kooptasi terhadap semua agama dan ideologi yang ada di Indonesia.
Sekarang langkah-langkah deterent dan deideologisasi, khususnya terhadap paham agama, khususnya Islam, karena Islam akan menjadi batu sandungan bagi masuknya agama Yahudi di Indonesia.
Mereka menggunakan 'trik-trik' politik, yang akan membuat kalangan pemeluk Islam kehilangan sikap "sajaah" (keberanian) untuk menyatakan dirinya sebagai Muslim. "Isyhadu bi anna muslimin". Mereka melucuti umat Islam dengan sederet isu yang sengaja mereka semburkan. Teroris, ekstrimis, fundamentalis, dan radikal. Dengan gempuran yang mereka lakukan melalui media itu, mentalistas umat Islam menjadi ciut nyalinya, dan kemudian mereka melenggang untuk mendirikan agama Yahudi di Indonesia.
Sabtu depan, 14 Mei, 2011, rencananya akan berlangsung peringatan ulang tahun atau peringatan hari kemerdekaan Israel di Jakarta. Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana ini bisa berlangsung di negeri yang mayoritas penduduk beragama Islam?
Sementara itu, Israel berdiri menjadi sebuah negara, tak lain melalui pengusiran, penghancuran, dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina.
Berulang kali terjadi pembantaian terhadap rakyat Palestina. Jumlahnya tidak sedikit. Mereka yang tewas dibunuh milisi Yahudi di Palestina. Jutaan orang yang diusir ke negara-negara lain, dan tanah kelahiran mereka dirampas. Kemudian, diduduki dan dijadikan negara yang bernama Israel.
Terakhir umat Islam disuguhi Israel sebuah episode tragedi kemanusiaan yang tiada taranya, yaitu berlangsungya genoside terhadap muslim Palestina Gaza, saat invasi militer Israel terhadap Gaza, bulan Januari 2010.
Hari-hari ini, rakyat Mesir, Jordania, Suriah, dan Arab lainnya, sedang mempersiapkan peringatan "Nakba". Peringatan yang memperingati pengusiran dan pembantaian yang dilakukan Yahudi di Palestina.
Israel juga secara sistematis berusaha menghancurkan Masjidil Aqsha, dan menggali torowongan di bawahnya. Kejahatan yang dilakukan Israel tidak akan pernah berhenti terhadap rakyat Palestina. Kejahatan yang tiada taranya, yang hanya bisa disamai oleh Hitler.
Selama ini, kaum Muslimin hanya menjadi objek dan tertuduh sebagai teroris, fundamentalis, ekstrimis, pelaku kekerasan. Tetapi, kenyataannya umat Islam yang selalu menjadi korban kaum rasis Yahudi-Israel.
Mereka terus berkampanye bahwa umat Islam itu selalu diidentikkan dengan pelaku kekerasan. Tetapi, sejatinya sejak dahulu kala, sampai saat ini yang paling banyak membunuh ummat Islam adalah kaum Yahudi dan Nasrani.
Mengapa umat Islam berdiam diri membiarkan dirinya terus menerus didzalimi secara kejam oleh mereka yang selalu meneriakkan pluralisme, kebebasan beragama, toleransi agama, inklusivisme?
Mereka itu sejatinya gerakan yang haus darah umat Islam. Di mana saja mereka menumpahkan darah umat Islam dengan menggunakan tangan orang lain. Tak layak orang beradab memperingati kemerdekaan Israel. Wallahu'alam.
Editorial Lainnya
* Dapatkah Demokrasi Menjadi Obat Mujarab Melawan Terorisme?
Selasa, 10/05/2011 11:41 WIB
* Genderang Perang Amerika Serikat Terhadap Teroris Berlanjut
Senin, 09/05/2011 10:18 WIB
* Pancasila Sudah Tamat?
Jumat, 06/05/2011 09:58 WIB
* Lelaki Hidup dan Matinya Sangat Ditakuti AS
Rabu, 04/05/2011 07:33 WIB
* Siapa Paling Berkepentingan Dengan Kematian Usamah?
Senin, 02/05/2011 11:16 WIB
* Teroris, Bom Bunuh Diri, NII, dan Pemilu 2014
Kamis, 28/04/2011 14:35 WIB
* Mari Lupakan Kasus Utama Gayus Tambunan
Rabu, 27/04/2011 11:00 WIB
(Arsip) (Ke Atas)
Editorial
membuka hati dan pikiran kita
787Share
* Terbaru
* Terpopuler
* Terkait
* Yang Terjatuh, Genggamlah Jemari Mereka
* Erdogan Resmi Umumkan Proyek, Pembangunan Dua Kota Baru di Dekat Istambul
* Mursyid Ikhwan: Jurnalis Sekuler Turut Hasut Kerusuhan Sektarian di Mesir
* Irak: Sisa Pasukan AS Harus Segera Hengkang Akhir 2011
* Perayaan HUT Israel di Jakarta di Tempat Terbuka
* Empat Ledakan Besar Terdengar di Ibukota Libya Tripoli
* Survei: Bagaimana Rakyat Palestina Memandang Sosok Usamah Bin Ladin
* Perayaan HUT Israel di Jakarta di Tempat Terbuka
* Erdogan Resmi Umumkan Proyek, Pembangunan Dua Kota Baru di Dekat Istambul
* Usamah Bin Ladin Tulis Buku Harian?
* Survei: Bagaimana Rakyat Palestina Memandang Sosok Usamah Bin Ladin
* Terbongkarnya Kedok Yahudi di Jakarta
* 26 Penyebab Merajalelanya Kesesatan di Indonesia (4)
* Kisah Keteguhan Istri Bin Ladin: "Saya Lebih Memilih Syahid Bersama Anda"
* Perayaan HUT Israel di Jakarta di Tempat Terbuka
* Hamas Israel Persiapan Diri Untuk Lakukan Serangan ke Yerusalem
* Israel Berusaha Perbanyak Perumahan Yahudi di Yerusalem Timur
* Gila Hari Kemerdekaan Israel akan Digelar di Jakarta
* Menteri Israel Usulkan Studi Wisata ke Masjid Ibrahimi untuk Pelajar Yahudi
* Pancasila Sudah Tamat
* Rabbi Yahudi dari Neturai Karta Lakukan Aksi Bakar Bendera Israel di Yerusalem
PELUANG
* Hape Quran
Harga diskon.Fitur Quran, Hadits, Tafsir, Haji, Facebook, Twitter, YM, dll
www.HapeQuran.com
* Nur Az Islamic Town House
Bonus Umroh
www.nur-az.com
* Anak Shalih Berasal dari Orang Tua Shalih
Mari jadi Ayah & Ibu Yang Lahirkan Generasi Shalih Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA)
iklan.eramuslim.com
* Ensiklopedia Mukjizat Al-Quran dan Hadis
Buku Dasyat Pilihan Referensi Ungkap Fakta, Raih Hidayah, Perkuat Iman
www.maqdispedia.com
* 8 Jam Bisa Menterjemah Al-Quran
Metode Mudah & Sistematis, Bisa untuk Belajar Otodidak
www.PaketGranada.com
* RUMAH DIJUAL (CEPAT)
Lokasi Depok, SHM, Bebas Banjir, Akses mobil.
iklan.eramuslim.com
* Grosir Jilbab dan Perlengkapan Muslimah
Dapatkan Koleksi Model Jilbab Terbaru, Unik, Elegan dan Berkualitas.
www.nadirahouse.com
* Herbal kanker, Herbal Diabetes, Herbal Vitalitas
Dapatkan! Terbukti Halal Berkhasiat, Insya Allah.
www.herbalbaik.com
* Kesempatan Jadi Agen Produk Distro Terbaik
www.id-distro.com
* Busana Muslim
Peluang bisnis online busana muslim, jilbab dan baju anak. Tanpa modal dan produk ready stok.
www.muslimgaleri.com
* Indo Islamic Store
Toko Muslim Online Terlengkap & Terpercaya, Menjual Ke Seluruh Indonesia & Luar Negeri
www.indoislamicstore.com
* Baju Muslim
Baju dan Busana Muslim Kualitas Butik Harga Miring
busanabajumuslim.com
* Mari Bantu Cetak Penghapal Al Qur'an di Rumah Al Qur'an
Menerima Wakaf Tunai Untuk Wakaf Tanah Al-Qur'an Rp. 200.000/M2
* Travel Haji Plus Dan Umroh Prima Saidah
Melayani calon jamaah dari seluruh Indonesia. Dapatkan diskon khusus untuk pasutri
http://smsplus.blogspot.com
* Goldgamat Membantu Menyembuhkan Penyakit
Insya Allah sembuh untuk penyakit diabetes, asam urat, kholesterol, lupus, kulit, dll
http://goldgamat.com
* Busana Muslim
Dapatkan koleksi Busana Muslim wanita terlengkap yang paling uptodate
www.tanah-abang.com
* Revolusi Metode Tahfizul Quran For Kids
Jadikan Anak Anda Seorang Hafidz Secara Cepat & Ceria
www.fahimquran.com
* Baju Muslim Gratis
Beli Baju Muslim Gratis Bros, Jilbab, Gamis. Mukena 29 rb, Gamis 44 rb.
www.busanatanahabang.com
* Jasa Pengurusan Ijin Usaha
PT, CV, Perorangan, DLL
* CARA MUDAH BISNIS PULSA
1 chip untuk semua, 24 jam, bukan MLM
www.kadopulsa.com
* WebHosting Cepat Murah Berkualitas
Mulai Rp 10rb per bulan.
www.tendaweb.com
*
*
*
*
Kartu Kredit iB: Sesuai Syariah, Bisa Dipakai Di Seluruh Dunia
Salah satu ciri dari gaya hidup modern adalah serba cepat dan efisien. Misalnya saja penggunaan kartu sebagai alat pembayaran, sudah menjadi kebutuhan masyarakat modern sebaga...
KPM iB: Pembiayaan Kepemilikan Mobil/Motor iB
Memiliki mobil atau motor saat ini bukan lagi sekedar masalah gengsi. Bagi sebagian orang terutama di kota-kota besar, mobil/motor adalah alat transportasi penting yang masuk ...
KFHMB Luncurkan Layanan CMS
Kuwait Finance House Malaysia Berhad (KFHMB), bank syariah pertama asing di negara Malaysia ini meluncurkan Cash Mangement Solution (CMS). Sebuah produk portal online yang dir...
Pertumbuhan Perbankan Syariah Riau Makin Tinggi
Pertumbuhan industry perbankan syariah Riau semakin tinggi. Ini terlihat dari pertumbuhan baik aset , Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun pembiayaan. Hal tersebut disampaikan oleh ...
Education Corner
Ketika Sekolah Ideal Itu Kudapatkan
Sangat susah mencari sekolah ideal. Dimana-mana sekolah menawarkan yang terbaik, dan setiap sekolah ternyata setelah dikaji ulang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Dompet Peduli Kemanusiaan
3 Lembaga Kesehatan Bersatu Layani Dhuafa
Tiga lembaga pelayanan kesehatan gratis untuk kaum dhuafa (LKC Dompet Dhuafa Ciputat, Rumah Sehat Masjid Agung Sunda Kelapa (RS-MASK) Jakarta Pusat dan RSI Sari Asih Ar Rahmah, Kota Tangerang) sepakat untuk saling melengkapi pelayanan guna memudahkan para dhuafa mendapatkan akses pelayanan kesehatan gratis secara optimal.
Dompet Peduli Kemanusiaan
Evaluasi, Tajamkan Kualitas Profesionalitas
EVALUASI adalah sebuah keniscayaan untuk kesuksesan mencapai tujuan. Momen evaluasi juga jadi momen belajar dari pengalaman. Dari sini bisa diambil pelajaran untuk merapikan kembali barisan dalam upaya mencapai tujuan.
Rabu, 11/05/2011 11:46 WIB | email | print
Teka-teki itu terjawab. Selama ini menjadi sangat sulit memahami. Kemana arah gerakan yang mengusung ideologi plurasime?
Para penganut ideologi pluralisme itu mula-mula hanya menginginkan kebebasan beragama. Mereka menuntut setiap paham agama itu, diberi ruang hidup secara bebas di Indonesia. Tidak ada restriksi atau pembatasan. Termasuk adanya undang-undang yang mengatur keberadaan agama di Indonesia.
Gerakan yang mendapatkan dukungan media massa, lembaga swadaya internsional, dan pemerintahan Barat, berusaha dengan sangat gigih, memperjuangkan paham pluralisme di Indonesia. Mereka menggunakan segala kemampuan dan kekuataan yang mereka miliki, agar paham pluralisme itu eksis, dan kemudian mereduksi agama mayoritas di Indoensia, yaitu Islam.
Makanya, mereka berlindung dibalik baju pemerintah yang sekarang sedang getol-getolnya memerangi "terorisme". Mereka - penganut pluralisme sekarang meniupkan dengan sangat keras tentang ancaman radikalisme, ekstrimisme, dan fundamentalisme. Kaum pluralis dengan menggunakan media yang ada, terus melakukan kampanye tentang ide-ide kotor, yang ingin mereduksi secara total nilai-nilai Islam dalam kehidupan kaum Muslimin.
Tetapi, sekarang semua menjadi sangat terang benderang, para pengusung gerakan pluralisme itu, hanyalah alat, dan menjadi "brokers", yang tujuannya hanyalah untuk melegalkan agama dan komunitas Yahudi di Indonesia.
Mereka menginginkan agar pemerintah melegalkan agama dan komunitas Yahudi Indonesia. Di mana selama ini, aktivitas mereka tertutup, dan selalu menggunakan berbagai "cover" untuk menutupi gerakan mereka.
Gerakan pluralisme yang menginginkan pemerintah memberikan pengakuan dan hak yang sama setiap agama, hanyalah "prolog" (mukaddimah) dari gerakan yang lebih besar, yang tujuannya ingin menjadikan agama Yahudi dan para pengikutnya di Indonesia menjadi legal.
Dengan semakin mencairnya sikap umat Islam terhadap berbagai ideologi dan agama, maka itu menjadi peluang akan legalisasi terhadap agama Yahudi dan para pendukungnya di Indonesia.
Gerakan pluralisme itu, sudah menyusup ke seluruh Ormas Islam, dan ada tokohnya, yang memperjuangkan secara permanen dan terus menerus paham dan ideologi pluralisme itu. Gerakan ini mendapatkan angin saat Abdurrahman Wahid menjadi presiden, dan dilanjutkan oleh "Wahid Institute", yang terus menggelorakan tentang pluralisme di Indonesia.
Esensi gerakan pluralisme itu, bukan hanya ingin mereduksi agama Islam, tetapi gerakan ini juga ingin menjadikan agama Yahudi sebagai "centrum" (pusat) dari semua agama, karena pandangan agama Yahudi, yang sangat rasis itu.
Dengan menelanjangi agama Islam, dan dengan ide-ide semua agama sama, kebebasan agama, dan toleransi agama, maka dititik inilah masuk agama Yahudi dan para pengikutnya, dan kemudian melakukan kooptasi terhadap semua agama dan ideologi yang ada di Indonesia.
Sekarang langkah-langkah deterent dan deideologisasi, khususnya terhadap paham agama, khususnya Islam, karena Islam akan menjadi batu sandungan bagi masuknya agama Yahudi di Indonesia.
Mereka menggunakan 'trik-trik' politik, yang akan membuat kalangan pemeluk Islam kehilangan sikap "sajaah" (keberanian) untuk menyatakan dirinya sebagai Muslim. "Isyhadu bi anna muslimin". Mereka melucuti umat Islam dengan sederet isu yang sengaja mereka semburkan. Teroris, ekstrimis, fundamentalis, dan radikal. Dengan gempuran yang mereka lakukan melalui media itu, mentalistas umat Islam menjadi ciut nyalinya, dan kemudian mereka melenggang untuk mendirikan agama Yahudi di Indonesia.
Sabtu depan, 14 Mei, 2011, rencananya akan berlangsung peringatan ulang tahun atau peringatan hari kemerdekaan Israel di Jakarta. Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana ini bisa berlangsung di negeri yang mayoritas penduduk beragama Islam?
Sementara itu, Israel berdiri menjadi sebuah negara, tak lain melalui pengusiran, penghancuran, dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina.
Berulang kali terjadi pembantaian terhadap rakyat Palestina. Jumlahnya tidak sedikit. Mereka yang tewas dibunuh milisi Yahudi di Palestina. Jutaan orang yang diusir ke negara-negara lain, dan tanah kelahiran mereka dirampas. Kemudian, diduduki dan dijadikan negara yang bernama Israel.
Terakhir umat Islam disuguhi Israel sebuah episode tragedi kemanusiaan yang tiada taranya, yaitu berlangsungya genoside terhadap muslim Palestina Gaza, saat invasi militer Israel terhadap Gaza, bulan Januari 2010.
Hari-hari ini, rakyat Mesir, Jordania, Suriah, dan Arab lainnya, sedang mempersiapkan peringatan "Nakba". Peringatan yang memperingati pengusiran dan pembantaian yang dilakukan Yahudi di Palestina.
Israel juga secara sistematis berusaha menghancurkan Masjidil Aqsha, dan menggali torowongan di bawahnya. Kejahatan yang dilakukan Israel tidak akan pernah berhenti terhadap rakyat Palestina. Kejahatan yang tiada taranya, yang hanya bisa disamai oleh Hitler.
Selama ini, kaum Muslimin hanya menjadi objek dan tertuduh sebagai teroris, fundamentalis, ekstrimis, pelaku kekerasan. Tetapi, kenyataannya umat Islam yang selalu menjadi korban kaum rasis Yahudi-Israel.
Mereka terus berkampanye bahwa umat Islam itu selalu diidentikkan dengan pelaku kekerasan. Tetapi, sejatinya sejak dahulu kala, sampai saat ini yang paling banyak membunuh ummat Islam adalah kaum Yahudi dan Nasrani.
Mengapa umat Islam berdiam diri membiarkan dirinya terus menerus didzalimi secara kejam oleh mereka yang selalu meneriakkan pluralisme, kebebasan beragama, toleransi agama, inklusivisme?
Mereka itu sejatinya gerakan yang haus darah umat Islam. Di mana saja mereka menumpahkan darah umat Islam dengan menggunakan tangan orang lain. Tak layak orang beradab memperingati kemerdekaan Israel. Wallahu'alam.
Editorial Lainnya
* Dapatkah Demokrasi Menjadi Obat Mujarab Melawan Terorisme?
Selasa, 10/05/2011 11:41 WIB
* Genderang Perang Amerika Serikat Terhadap Teroris Berlanjut
Senin, 09/05/2011 10:18 WIB
* Pancasila Sudah Tamat?
Jumat, 06/05/2011 09:58 WIB
* Lelaki Hidup dan Matinya Sangat Ditakuti AS
Rabu, 04/05/2011 07:33 WIB
* Siapa Paling Berkepentingan Dengan Kematian Usamah?
Senin, 02/05/2011 11:16 WIB
* Teroris, Bom Bunuh Diri, NII, dan Pemilu 2014
Kamis, 28/04/2011 14:35 WIB
* Mari Lupakan Kasus Utama Gayus Tambunan
Rabu, 27/04/2011 11:00 WIB
(Arsip) (Ke Atas)
Editorial
membuka hati dan pikiran kita
787Share
* Terbaru
* Terpopuler
* Terkait
* Yang Terjatuh, Genggamlah Jemari Mereka
* Erdogan Resmi Umumkan Proyek, Pembangunan Dua Kota Baru di Dekat Istambul
* Mursyid Ikhwan: Jurnalis Sekuler Turut Hasut Kerusuhan Sektarian di Mesir
* Irak: Sisa Pasukan AS Harus Segera Hengkang Akhir 2011
* Perayaan HUT Israel di Jakarta di Tempat Terbuka
* Empat Ledakan Besar Terdengar di Ibukota Libya Tripoli
* Survei: Bagaimana Rakyat Palestina Memandang Sosok Usamah Bin Ladin
* Perayaan HUT Israel di Jakarta di Tempat Terbuka
* Erdogan Resmi Umumkan Proyek, Pembangunan Dua Kota Baru di Dekat Istambul
* Usamah Bin Ladin Tulis Buku Harian?
* Survei: Bagaimana Rakyat Palestina Memandang Sosok Usamah Bin Ladin
* Terbongkarnya Kedok Yahudi di Jakarta
* 26 Penyebab Merajalelanya Kesesatan di Indonesia (4)
* Kisah Keteguhan Istri Bin Ladin: "Saya Lebih Memilih Syahid Bersama Anda"
* Perayaan HUT Israel di Jakarta di Tempat Terbuka
* Hamas Israel Persiapan Diri Untuk Lakukan Serangan ke Yerusalem
* Israel Berusaha Perbanyak Perumahan Yahudi di Yerusalem Timur
* Gila Hari Kemerdekaan Israel akan Digelar di Jakarta
* Menteri Israel Usulkan Studi Wisata ke Masjid Ibrahimi untuk Pelajar Yahudi
* Pancasila Sudah Tamat
* Rabbi Yahudi dari Neturai Karta Lakukan Aksi Bakar Bendera Israel di Yerusalem
PELUANG
* Hape Quran
Harga diskon.Fitur Quran, Hadits, Tafsir, Haji, Facebook, Twitter, YM, dll
www.HapeQuran.com
* Nur Az Islamic Town House
Bonus Umroh
www.nur-az.com
* Anak Shalih Berasal dari Orang Tua Shalih
Mari jadi Ayah & Ibu Yang Lahirkan Generasi Shalih Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA)
iklan.eramuslim.com
* Ensiklopedia Mukjizat Al-Quran dan Hadis
Buku Dasyat Pilihan Referensi Ungkap Fakta, Raih Hidayah, Perkuat Iman
www.maqdispedia.com
* 8 Jam Bisa Menterjemah Al-Quran
Metode Mudah & Sistematis, Bisa untuk Belajar Otodidak
www.PaketGranada.com
* RUMAH DIJUAL (CEPAT)
Lokasi Depok, SHM, Bebas Banjir, Akses mobil.
iklan.eramuslim.com
* Grosir Jilbab dan Perlengkapan Muslimah
Dapatkan Koleksi Model Jilbab Terbaru, Unik, Elegan dan Berkualitas.
www.nadirahouse.com
* Herbal kanker, Herbal Diabetes, Herbal Vitalitas
Dapatkan! Terbukti Halal Berkhasiat, Insya Allah.
www.herbalbaik.com
* Kesempatan Jadi Agen Produk Distro Terbaik
www.id-distro.com
* Busana Muslim
Peluang bisnis online busana muslim, jilbab dan baju anak. Tanpa modal dan produk ready stok.
www.muslimgaleri.com
* Indo Islamic Store
Toko Muslim Online Terlengkap & Terpercaya, Menjual Ke Seluruh Indonesia & Luar Negeri
www.indoislamicstore.com
* Baju Muslim
Baju dan Busana Muslim Kualitas Butik Harga Miring
busanabajumuslim.com
* Mari Bantu Cetak Penghapal Al Qur'an di Rumah Al Qur'an
Menerima Wakaf Tunai Untuk Wakaf Tanah Al-Qur'an Rp. 200.000/M2
* Travel Haji Plus Dan Umroh Prima Saidah
Melayani calon jamaah dari seluruh Indonesia. Dapatkan diskon khusus untuk pasutri
http://smsplus.blogspot.com
* Goldgamat Membantu Menyembuhkan Penyakit
Insya Allah sembuh untuk penyakit diabetes, asam urat, kholesterol, lupus, kulit, dll
http://goldgamat.com
* Busana Muslim
Dapatkan koleksi Busana Muslim wanita terlengkap yang paling uptodate
www.tanah-abang.com
* Revolusi Metode Tahfizul Quran For Kids
Jadikan Anak Anda Seorang Hafidz Secara Cepat & Ceria
www.fahimquran.com
* Baju Muslim Gratis
Beli Baju Muslim Gratis Bros, Jilbab, Gamis. Mukena 29 rb, Gamis 44 rb.
www.busanatanahabang.com
* Jasa Pengurusan Ijin Usaha
PT, CV, Perorangan, DLL
* CARA MUDAH BISNIS PULSA
1 chip untuk semua, 24 jam, bukan MLM
www.kadopulsa.com
* WebHosting Cepat Murah Berkualitas
Mulai Rp 10rb per bulan.
www.tendaweb.com
*
*
*
*
Kartu Kredit iB: Sesuai Syariah, Bisa Dipakai Di Seluruh Dunia
Salah satu ciri dari gaya hidup modern adalah serba cepat dan efisien. Misalnya saja penggunaan kartu sebagai alat pembayaran, sudah menjadi kebutuhan masyarakat modern sebaga...
KPM iB: Pembiayaan Kepemilikan Mobil/Motor iB
Memiliki mobil atau motor saat ini bukan lagi sekedar masalah gengsi. Bagi sebagian orang terutama di kota-kota besar, mobil/motor adalah alat transportasi penting yang masuk ...
KFHMB Luncurkan Layanan CMS
Kuwait Finance House Malaysia Berhad (KFHMB), bank syariah pertama asing di negara Malaysia ini meluncurkan Cash Mangement Solution (CMS). Sebuah produk portal online yang dir...
Pertumbuhan Perbankan Syariah Riau Makin Tinggi
Pertumbuhan industry perbankan syariah Riau semakin tinggi. Ini terlihat dari pertumbuhan baik aset , Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun pembiayaan. Hal tersebut disampaikan oleh ...
Education Corner
Ketika Sekolah Ideal Itu Kudapatkan
Sangat susah mencari sekolah ideal. Dimana-mana sekolah menawarkan yang terbaik, dan setiap sekolah ternyata setelah dikaji ulang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Dompet Peduli Kemanusiaan
3 Lembaga Kesehatan Bersatu Layani Dhuafa
Tiga lembaga pelayanan kesehatan gratis untuk kaum dhuafa (LKC Dompet Dhuafa Ciputat, Rumah Sehat Masjid Agung Sunda Kelapa (RS-MASK) Jakarta Pusat dan RSI Sari Asih Ar Rahmah, Kota Tangerang) sepakat untuk saling melengkapi pelayanan guna memudahkan para dhuafa mendapatkan akses pelayanan kesehatan gratis secara optimal.
Dompet Peduli Kemanusiaan
Evaluasi, Tajamkan Kualitas Profesionalitas
EVALUASI adalah sebuah keniscayaan untuk kesuksesan mencapai tujuan. Momen evaluasi juga jadi momen belajar dari pengalaman. Dari sini bisa diambil pelajaran untuk merapikan kembali barisan dalam upaya mencapai tujuan.
Sabtu, 07 Mei 2011
Tips Memilih Sekolah
Tips Memilih Sekolah
PostDateIconMonday, 30 November 2009 11:09 | PostAuthorIconWritten by Shodiq Ramadhan | PDF Print E-mail
Lintas Berita
alt
Oleh: Erma Pawitasari, M.Ed
Assalamualaikum dan salam ukhuwah.
Bu Erma, Saya Ibu Inong dari Bengkulu. Saya adalah salah satu ibu yang sangat menyukai rubrik konsultasi pendidikan yang Ibu asuh di tabloid Suara Islam.
Begini Bu, saya mempunyai seorang anak laki-laki yang sekarang duduk di bangku kelas 9 SMP IT Iqro Bengkulu, yang tentu saja Insya Allah sebentar lagi akan menyelesaikan bangku sekolahnya, moga lulus ya Bu. Sebagai seorang ibu saya tetap ingin melanjutkan pendidikan anak saya ke sekolah yang menyelaraskan ilmu agama dan ilmu umum, tapi sekolah tersebut tidak ada di Bengkulu, yang ada baru setingkat SD dan SMP. Saya ingin arahan dari ibu agar tidak keliru dalam menjatuhkan pilihan nantinya karena yang saya tahu begitu banyaknya sekolah-sekolah Islam di Jakarta.
Atas petunjuk Ibu saya ucapkan terima kasih.
Bu Inong
HP.+62811730****
Wa’alaykum salam wr wb, Bu Inong.
Terima kasih telah menjadi pembaca setia rubrik saya. Semoga bermanfaat untuk pendidikan putera/puteri Ibu dan semoga mereka selalu berada dalam bimbingan Allah SWT.
Ibu Inong yang dirahmati Allah,
Saya tidak bisa menyebutkan nama sekolah tertentu. Di samping tidak etis, saya tidak memiliki otoritas di ruang publik sehingga bisa membuka peluang pihak sekolah untuk memperkarakan saya. Oleh karena itu, saya hanya akan menyampaikan beberapa rambu-rambu penting dalam pemilihan sekolah putera Ibu.
1. Tujuan Orang Tua
Yang pertama harus diluruskan adalah tujuan kita, orang tua, dalam mendidik anak-anak. Secara umum, orang tua muslim di Indonesia bisa diketegorikan dalam 3 kelompok:
• Muslim KTP: mereka adalah orang tua yang memaknai “kesuksesan” anak-anaknya sebagai sukses secara duniawi (pendidikan agama sekedarnya/ikut-ikutan saja). Memang ada kalanya, anak-anaknya alhamdulillah tetap/kembali ke jalan yang lurus, tetapi itu bukan lantaran jalur pendidikan yang disiapkan orang tuanya.
• Muslim sekuler: mereka adalah orang tua yang hatinya terbelah, antara ingin kesuksesan duniawi dan ingin kesuksesan ukhrawi (akhirat). Kedua keinginan tersebut sama kuat dan mereka tidak bisa memprioritaskan salah satunya. Walhasil, anak-anaknya didorong untuk rajin ibadah ritual, tetapi dalam urusan duniawinya agama tidak lagi berperan. Contoh yang pernah saya angkat adalah orang tua yang bangga anaknya menjadi direktur utama sebuah bank ribawi karena tetap rajin sholat, pergi haji, dan membawa ayah-bundanya berhaji.
• Muslim sejati: mereka yang menjadikan akhirat sebagai satu-satunya tujuan, baik bagi dirinya sendiri maupun anak-anaknya. Bagi mereka, dunia hanyalah sarana menuju akhirat. Mereka mengajarkan kepada anak-anaknya bahwa kesuksesan di dunia tidak lain hanyalah hasil dari ketaatan kepada Allah SWT. Orang tua muslim sejati tidak akan mengirimkan anak-anaknya ke sekolah yang masih tercampuri ajaran-ajaran menyimpang, seperti teori Asal Mula Alam Semesta yang menafikan peran Allah, dongeng-dongeng syirik, pluralisme dengan doktrin semua agama sama & demokrasi dengan doktrin semua manusia sama (baik terpelajar maupun kriminal) sehingga kebenaran bisa ditentukan oleh suara terbanyak. Anak-anak yang diinginkan oleh orang tua muslim sejati adalah anak-anak yang tidak pernah bimbang untuk memprioritaskan Allah di atas segalanya.
2. Kemampuan Orang Tua
Allah SWT berfirman, “... Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya....” (QS. Al Baqarah 233).
Demikian halnya dengan pendidikan anak, maka orang tua harus melihat kemampuannya, baik secara fisik maupun finansial. Orang tua yang tidak mampu secara fisik, tidak wajib mendidik sendiri anak-anaknya dan boleh menyerahkan pendidikannya kepada guru yang dianggap terbaik dari yang ada, sebagaimana bolehnya menyerahkan bayinya untuk disusui oleh wanita lain. Orang tua yang tidak mampu secara finansial tidak boleh memaksakan diri untuk mengirim anak-anaknya ke sekolah mahal.
3. Kurikulum Sekolah
Orang tua harus memilih sekolah yang kurikulumnya didesain untuk mempelajari apa-apa yang diperintahkan Allah dan mengarahkan para pelajarnya untuk mencintai dan mentaati Allah dan rasulNya. Ibnu Taimiyah lebih menspesifikan lagi bahwa kurikulum seharusnya mengajarkan hikmah ilahiyah, baik dalam ilmu-ilmu ibadah maupun ilmu-ilmu umum. Ilmu agama yang diajarkan hanya sebatas penghafalan tanpa pemahaman tidak akan memberikan manfaat. Sedangkan dalam mempelajari ilmu-ilmu umum hendaklah dimulai dengan Al Qur’an dan Hadits serta penjabarannya terkait ilmu yang dipelajari agar anak didik bisa mendapatkan hikmah ilahiyah dan berperilaku sesuai ajaran Islam.
4. Pemilihan Guru
Orang tua harus memperhatikan guru yang dipilih (baik oleh dirinya sendiri maupun oleh sekolah) untuk mengajar anak-anaknya. Seorang guru yang baik adalah guru yang mempraktekkan ajaran Islam dalam kesehariannya, haus ilmu, tidak suka memaksa, dan bahu-membahu dengan orang tua murid melalui komunikasi yang berkesinambungan. Sebelum memasukkan anaknya ke sebuah sekolah, orang tua berhak untuk melihat CV/resume tiap-tiap guru yang dipekerjakan oleh sekolah untuk memastikan bahwa sekolah tidak sembarangan dalam merekrut tenaga pendidik. Salah dalam memilih guru bisa menjerumuskan anak-anak kita kepada kesesatan dan hal-hal yang dimurkai Allah SWT. Apabila orang tua mendapati pihak sekolah mempekerjakan guru yang tidak memenuhi syarat, maka orang tua berhak mengajukan keberatannya.
Demikian beberapa rambu-rambu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang terbatas ini. Silakan Ibu Inong datang dan mempelajari sekolah-sekolah yang dilirik untuk mencari sekolah yang terbaik bagi pendidikan putera Ibu.[]
PostDateIconMonday, 30 November 2009 11:09 | PostAuthorIconWritten by Shodiq Ramadhan | PDF Print E-mail
Lintas Berita
alt
Oleh: Erma Pawitasari, M.Ed
Assalamualaikum dan salam ukhuwah.
Bu Erma, Saya Ibu Inong dari Bengkulu. Saya adalah salah satu ibu yang sangat menyukai rubrik konsultasi pendidikan yang Ibu asuh di tabloid Suara Islam.
Begini Bu, saya mempunyai seorang anak laki-laki yang sekarang duduk di bangku kelas 9 SMP IT Iqro Bengkulu, yang tentu saja Insya Allah sebentar lagi akan menyelesaikan bangku sekolahnya, moga lulus ya Bu. Sebagai seorang ibu saya tetap ingin melanjutkan pendidikan anak saya ke sekolah yang menyelaraskan ilmu agama dan ilmu umum, tapi sekolah tersebut tidak ada di Bengkulu, yang ada baru setingkat SD dan SMP. Saya ingin arahan dari ibu agar tidak keliru dalam menjatuhkan pilihan nantinya karena yang saya tahu begitu banyaknya sekolah-sekolah Islam di Jakarta.
Atas petunjuk Ibu saya ucapkan terima kasih.
Bu Inong
HP.+62811730****
Wa’alaykum salam wr wb, Bu Inong.
Terima kasih telah menjadi pembaca setia rubrik saya. Semoga bermanfaat untuk pendidikan putera/puteri Ibu dan semoga mereka selalu berada dalam bimbingan Allah SWT.
Ibu Inong yang dirahmati Allah,
Saya tidak bisa menyebutkan nama sekolah tertentu. Di samping tidak etis, saya tidak memiliki otoritas di ruang publik sehingga bisa membuka peluang pihak sekolah untuk memperkarakan saya. Oleh karena itu, saya hanya akan menyampaikan beberapa rambu-rambu penting dalam pemilihan sekolah putera Ibu.
1. Tujuan Orang Tua
Yang pertama harus diluruskan adalah tujuan kita, orang tua, dalam mendidik anak-anak. Secara umum, orang tua muslim di Indonesia bisa diketegorikan dalam 3 kelompok:
• Muslim KTP: mereka adalah orang tua yang memaknai “kesuksesan” anak-anaknya sebagai sukses secara duniawi (pendidikan agama sekedarnya/ikut-ikutan saja). Memang ada kalanya, anak-anaknya alhamdulillah tetap/kembali ke jalan yang lurus, tetapi itu bukan lantaran jalur pendidikan yang disiapkan orang tuanya.
• Muslim sekuler: mereka adalah orang tua yang hatinya terbelah, antara ingin kesuksesan duniawi dan ingin kesuksesan ukhrawi (akhirat). Kedua keinginan tersebut sama kuat dan mereka tidak bisa memprioritaskan salah satunya. Walhasil, anak-anaknya didorong untuk rajin ibadah ritual, tetapi dalam urusan duniawinya agama tidak lagi berperan. Contoh yang pernah saya angkat adalah orang tua yang bangga anaknya menjadi direktur utama sebuah bank ribawi karena tetap rajin sholat, pergi haji, dan membawa ayah-bundanya berhaji.
• Muslim sejati: mereka yang menjadikan akhirat sebagai satu-satunya tujuan, baik bagi dirinya sendiri maupun anak-anaknya. Bagi mereka, dunia hanyalah sarana menuju akhirat. Mereka mengajarkan kepada anak-anaknya bahwa kesuksesan di dunia tidak lain hanyalah hasil dari ketaatan kepada Allah SWT. Orang tua muslim sejati tidak akan mengirimkan anak-anaknya ke sekolah yang masih tercampuri ajaran-ajaran menyimpang, seperti teori Asal Mula Alam Semesta yang menafikan peran Allah, dongeng-dongeng syirik, pluralisme dengan doktrin semua agama sama & demokrasi dengan doktrin semua manusia sama (baik terpelajar maupun kriminal) sehingga kebenaran bisa ditentukan oleh suara terbanyak. Anak-anak yang diinginkan oleh orang tua muslim sejati adalah anak-anak yang tidak pernah bimbang untuk memprioritaskan Allah di atas segalanya.
2. Kemampuan Orang Tua
Allah SWT berfirman, “... Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya....” (QS. Al Baqarah 233).
Demikian halnya dengan pendidikan anak, maka orang tua harus melihat kemampuannya, baik secara fisik maupun finansial. Orang tua yang tidak mampu secara fisik, tidak wajib mendidik sendiri anak-anaknya dan boleh menyerahkan pendidikannya kepada guru yang dianggap terbaik dari yang ada, sebagaimana bolehnya menyerahkan bayinya untuk disusui oleh wanita lain. Orang tua yang tidak mampu secara finansial tidak boleh memaksakan diri untuk mengirim anak-anaknya ke sekolah mahal.
3. Kurikulum Sekolah
Orang tua harus memilih sekolah yang kurikulumnya didesain untuk mempelajari apa-apa yang diperintahkan Allah dan mengarahkan para pelajarnya untuk mencintai dan mentaati Allah dan rasulNya. Ibnu Taimiyah lebih menspesifikan lagi bahwa kurikulum seharusnya mengajarkan hikmah ilahiyah, baik dalam ilmu-ilmu ibadah maupun ilmu-ilmu umum. Ilmu agama yang diajarkan hanya sebatas penghafalan tanpa pemahaman tidak akan memberikan manfaat. Sedangkan dalam mempelajari ilmu-ilmu umum hendaklah dimulai dengan Al Qur’an dan Hadits serta penjabarannya terkait ilmu yang dipelajari agar anak didik bisa mendapatkan hikmah ilahiyah dan berperilaku sesuai ajaran Islam.
4. Pemilihan Guru
Orang tua harus memperhatikan guru yang dipilih (baik oleh dirinya sendiri maupun oleh sekolah) untuk mengajar anak-anaknya. Seorang guru yang baik adalah guru yang mempraktekkan ajaran Islam dalam kesehariannya, haus ilmu, tidak suka memaksa, dan bahu-membahu dengan orang tua murid melalui komunikasi yang berkesinambungan. Sebelum memasukkan anaknya ke sebuah sekolah, orang tua berhak untuk melihat CV/resume tiap-tiap guru yang dipekerjakan oleh sekolah untuk memastikan bahwa sekolah tidak sembarangan dalam merekrut tenaga pendidik. Salah dalam memilih guru bisa menjerumuskan anak-anak kita kepada kesesatan dan hal-hal yang dimurkai Allah SWT. Apabila orang tua mendapati pihak sekolah mempekerjakan guru yang tidak memenuhi syarat, maka orang tua berhak mengajukan keberatannya.
Demikian beberapa rambu-rambu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang terbatas ini. Silakan Ibu Inong datang dan mempelajari sekolah-sekolah yang dilirik untuk mencari sekolah yang terbaik bagi pendidikan putera Ibu.[]
Bahaya Pendidikan Multikultural
Bahaya Pendidikan Multikultural
PostDateIconTuesday, 28 September 2010 14:21 | PostAuthorIconWritten by Shodiq Ramadhan | PDF Print E-mail
Lintas Berita
alt
Oleh: Erma Pawitasari, M.Ed (Alumni Boston University AS, Kandidat Doktor di Universitas Ibnu Khaldun Bogor)
Assalamu’alaykum.
Bu Erma, sekarang ini sekolah kami mengadopsi kurikulum berbasis multikultural. Tujuannya untuk menciptakan kehidupan damai antar kelompok dan antar agama. Tetapi, saya pernah mendengar bahwa di balik kurikulum ini ada agenda yang merugikan umat Islam. Kami mohon penjelasan dari Ibu tentang pro kontra kurikulum ini.
Terima kasih,
Abdullah
Wa’alaykum salam wr wb.
Pak Abdullah serta para pembaca lainnya yang dirahmati Allah, kurikulum berbasis multikultural ini memang berasal dari Barat. Kurikulum ini pada awalnya bertujuan untuk mengatasi problematika perbedaan budaya yang terjadi di Barat.
Untuk mengingatkan kita semua, sejarah peradaban Barat sangat kental dengan diskriminasi, mulai dari diskriminasi gender, diskriminasi ras, warna kulit, hingga agama. Diskriminasi wanita, misalnya, ditandai dengan larangan bagi wanita untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki-laki. Elizabeth Blackwell (1821-1910), dokter Amerika wanita pertama, harus menghadapi cemoohan dan dikeluarkan secara paksa oleh mahasiswa sekelasnya (yang laki-laki semua), walaupun dia sudah setuju untuk duduk di bangku paling belakang. Margareth Ann Bulkley (meninggal 1865), dokter Inggris wanita pertama, harus berpura-pura menjadi sosok lelaki James Barry agar diijinkan belajar dan praktek sebagai ahli bedah.
Sejarah diskriminasi terhadap kaum kulit hitam juga berlangsung lama. Di Amerika, diskriminasi ini masih diakui secara legal hingga tahun 1964, yakni dengan disahkannya The Right Civil Act yang mengakhiri pemisahan kehidupan (segregrasi) antara kaum kulit putih dan hitam. Sebelumnya, fasilitas untuk kulit hitam dipisah lantaran mereka dianggap lebih rendah dari kaum kulit putih. Pemisahan ini terjadi mulai dari sekolah, restoran, taman, maupun penggunaan kursi bis. Fasilitas yang disediakan untuk kaum kulit hitam lebih jelek dan tidak layak. Misalnya: dari 32 kursi bis, kaum kulit hitam hanya diijinkan duduk di 5 kursi paling belakang. Jika penumpang berkulit hitam melebihi kapasitas, mereka hanya boleh berdiri di sekitar 5 kursi tersebut dan tidak boleh melewati garis batas yang memisahkan area ini dengan area kaum kulit putih. Boleh jadi kaum kulit hitam berdesak-desakan seperti kue lepet, sementara 3/4 bagian bis yang menjadi area kaum kulit putih kosong melompong.
Diskriminasi agama masih sangat menghantui Barat hingga saat ini. Contoh yang sedang hangat adalah penolakan pembangunan masjid dua blok dari Ground Zero (bekas the Twin Tower berdiri sebelum dihancurkan oleh konspirasi antara pemilik gedung dan pemerintah AS, dengan cara menyalahkan sekelompok muslim--konspirasi ini sudah banyak diangkat oleh para ilmuwan AS sendiri, terutama para insinyur sipilnya yang meragukan kemampuan terbakarnya pesawat untuk menghancurkan infrastruktur gedung).
Berbekal kondisi Barat yang rawan terhadap isu perbedaan kultur ini, maka para ahli pendidikan mencetuskan ide pendidikan multikultural. Namun, lantaran ide ini berasal dari pemikiran manusia, maka tidak ada petunjuk maupun batasan yang bisa disepakati. Walhasil, pendidikan multikultural melebar hingga memasuki ranah-ranah yang melanggar Islam.
Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual. Penyimpangan ini disebut sebagai perbedaan, sehingga posisinya disamakan dengan perbedaan budaya lainnya. Kehidupan homoseksual yang sesungguhnya membahayakan masyarakat sekitar, misalnya karena memperlebar penyebaran penyakit seperti AIDS, disembunyikan di balik sisi kemanusiaan, bahwa mereka adalah manusia “normal” yang bekerja keras untuk hidup, memiliki prestasi, memiliki kesedihan, dan ingin mendapatkan kebahagiaan sebagaimana manusia lainnya. Di Amerika sendiri, masuknya tema-tema homoseksual ke dalam buku-buku pelajaran sekolah masih menuai protes keras.
Tema lain yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur. Konsekuensinya, Islam tidak boleh diajarkan sebagai satu-satunya agama yang diterima di sisi Allah, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imron 85:
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu), dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
Lebih jauh lagi, keyakinan untuk beragama disejajarkan dengan keyakinan untuk tidak beragama (atheisme) dan tata pelaksanaan agama disejajarkan dengan upacara adat. Artinya, menjadi atheis dianggap sebagai hak asasi manusia yang harus dihormati. Demikian pula upacara adat, walaupun mengandung kesyirikan, perlu dilestarikan.
Yang Diperlukan Adalah Kurikulum Pendidikan Islam
Sesungguhnya problematika diskriminasi telah diselesaikan oleh Islam sejak awal (abad ke-6), jauh sebelum Barat menyadarinya. Tidak ada keutamaan kaum kulit putih di atas kulit hitam, kaum lelaki di atas kaum wanita, maupun kaum berpunya di atas kaum miskin, kecuali mengikuti derajat ketaqwaannya. Salah satu firman Allah berkenaan dengan hal ini adalah QS. Al Hujurat 13:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.
Kurikulum Islam hanya mengikuti perintah Allah, dengan batasan-batasan yang sudah dijelaskan oleh Allah dan rasulNya. Dalam sejarah Islam, tercatat ketinggian nilai sahabat Bilal ra, seorang mantan budak hitam, sebagaimana juga menempatkan para sahabat wanita termasuk istri-istri Nabi sebagai ulama wanita yang didengar pendapat dan periwayatannya. Namun, Islam dengan tegas melarang aktivitas yang menjerumus kepada homoseksualitas dan dengan gigih pula senantiasa menyampaikan kebenaran Islam untuk menyelamatkan umat manusia dari kerusakan dunia dan akhirat. Islam tidak akan pernah sampai kepada kita seandainya Islam mengadopsi kurikulum multikultural yang memupus semangat dakwah dan penyebaran agama.
Oleh karena itu, yang selayaknya diperjuangkan menjadi kurikulum nasional adalah kurikulum Islam, bukan kurikulum multikultural. Allahu a’lam.
PostDateIconTuesday, 28 September 2010 14:21 | PostAuthorIconWritten by Shodiq Ramadhan | PDF Print E-mail
Lintas Berita
alt
Oleh: Erma Pawitasari, M.Ed (Alumni Boston University AS, Kandidat Doktor di Universitas Ibnu Khaldun Bogor)
Assalamu’alaykum.
Bu Erma, sekarang ini sekolah kami mengadopsi kurikulum berbasis multikultural. Tujuannya untuk menciptakan kehidupan damai antar kelompok dan antar agama. Tetapi, saya pernah mendengar bahwa di balik kurikulum ini ada agenda yang merugikan umat Islam. Kami mohon penjelasan dari Ibu tentang pro kontra kurikulum ini.
Terima kasih,
Abdullah
Wa’alaykum salam wr wb.
Pak Abdullah serta para pembaca lainnya yang dirahmati Allah, kurikulum berbasis multikultural ini memang berasal dari Barat. Kurikulum ini pada awalnya bertujuan untuk mengatasi problematika perbedaan budaya yang terjadi di Barat.
Untuk mengingatkan kita semua, sejarah peradaban Barat sangat kental dengan diskriminasi, mulai dari diskriminasi gender, diskriminasi ras, warna kulit, hingga agama. Diskriminasi wanita, misalnya, ditandai dengan larangan bagi wanita untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki-laki. Elizabeth Blackwell (1821-1910), dokter Amerika wanita pertama, harus menghadapi cemoohan dan dikeluarkan secara paksa oleh mahasiswa sekelasnya (yang laki-laki semua), walaupun dia sudah setuju untuk duduk di bangku paling belakang. Margareth Ann Bulkley (meninggal 1865), dokter Inggris wanita pertama, harus berpura-pura menjadi sosok lelaki James Barry agar diijinkan belajar dan praktek sebagai ahli bedah.
Sejarah diskriminasi terhadap kaum kulit hitam juga berlangsung lama. Di Amerika, diskriminasi ini masih diakui secara legal hingga tahun 1964, yakni dengan disahkannya The Right Civil Act yang mengakhiri pemisahan kehidupan (segregrasi) antara kaum kulit putih dan hitam. Sebelumnya, fasilitas untuk kulit hitam dipisah lantaran mereka dianggap lebih rendah dari kaum kulit putih. Pemisahan ini terjadi mulai dari sekolah, restoran, taman, maupun penggunaan kursi bis. Fasilitas yang disediakan untuk kaum kulit hitam lebih jelek dan tidak layak. Misalnya: dari 32 kursi bis, kaum kulit hitam hanya diijinkan duduk di 5 kursi paling belakang. Jika penumpang berkulit hitam melebihi kapasitas, mereka hanya boleh berdiri di sekitar 5 kursi tersebut dan tidak boleh melewati garis batas yang memisahkan area ini dengan area kaum kulit putih. Boleh jadi kaum kulit hitam berdesak-desakan seperti kue lepet, sementara 3/4 bagian bis yang menjadi area kaum kulit putih kosong melompong.
Diskriminasi agama masih sangat menghantui Barat hingga saat ini. Contoh yang sedang hangat adalah penolakan pembangunan masjid dua blok dari Ground Zero (bekas the Twin Tower berdiri sebelum dihancurkan oleh konspirasi antara pemilik gedung dan pemerintah AS, dengan cara menyalahkan sekelompok muslim--konspirasi ini sudah banyak diangkat oleh para ilmuwan AS sendiri, terutama para insinyur sipilnya yang meragukan kemampuan terbakarnya pesawat untuk menghancurkan infrastruktur gedung).
Berbekal kondisi Barat yang rawan terhadap isu perbedaan kultur ini, maka para ahli pendidikan mencetuskan ide pendidikan multikultural. Namun, lantaran ide ini berasal dari pemikiran manusia, maka tidak ada petunjuk maupun batasan yang bisa disepakati. Walhasil, pendidikan multikultural melebar hingga memasuki ranah-ranah yang melanggar Islam.
Salah satu tema pendidikan multikultural yang berbahaya adalah penerimaan terhadap kebiasaan menyimpang homoseksual. Penyimpangan ini disebut sebagai perbedaan, sehingga posisinya disamakan dengan perbedaan budaya lainnya. Kehidupan homoseksual yang sesungguhnya membahayakan masyarakat sekitar, misalnya karena memperlebar penyebaran penyakit seperti AIDS, disembunyikan di balik sisi kemanusiaan, bahwa mereka adalah manusia “normal” yang bekerja keras untuk hidup, memiliki prestasi, memiliki kesedihan, dan ingin mendapatkan kebahagiaan sebagaimana manusia lainnya. Di Amerika sendiri, masuknya tema-tema homoseksual ke dalam buku-buku pelajaran sekolah masih menuai protes keras.
Tema lain yang tak kalah berbahaya adalah penempatan agama sebagai salah satu aspek kultur. Konsekuensinya, Islam tidak boleh diajarkan sebagai satu-satunya agama yang diterima di sisi Allah, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imron 85:
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu), dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
Lebih jauh lagi, keyakinan untuk beragama disejajarkan dengan keyakinan untuk tidak beragama (atheisme) dan tata pelaksanaan agama disejajarkan dengan upacara adat. Artinya, menjadi atheis dianggap sebagai hak asasi manusia yang harus dihormati. Demikian pula upacara adat, walaupun mengandung kesyirikan, perlu dilestarikan.
Yang Diperlukan Adalah Kurikulum Pendidikan Islam
Sesungguhnya problematika diskriminasi telah diselesaikan oleh Islam sejak awal (abad ke-6), jauh sebelum Barat menyadarinya. Tidak ada keutamaan kaum kulit putih di atas kulit hitam, kaum lelaki di atas kaum wanita, maupun kaum berpunya di atas kaum miskin, kecuali mengikuti derajat ketaqwaannya. Salah satu firman Allah berkenaan dengan hal ini adalah QS. Al Hujurat 13:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.
Kurikulum Islam hanya mengikuti perintah Allah, dengan batasan-batasan yang sudah dijelaskan oleh Allah dan rasulNya. Dalam sejarah Islam, tercatat ketinggian nilai sahabat Bilal ra, seorang mantan budak hitam, sebagaimana juga menempatkan para sahabat wanita termasuk istri-istri Nabi sebagai ulama wanita yang didengar pendapat dan periwayatannya. Namun, Islam dengan tegas melarang aktivitas yang menjerumus kepada homoseksualitas dan dengan gigih pula senantiasa menyampaikan kebenaran Islam untuk menyelamatkan umat manusia dari kerusakan dunia dan akhirat. Islam tidak akan pernah sampai kepada kita seandainya Islam mengadopsi kurikulum multikultural yang memupus semangat dakwah dan penyebaran agama.
Oleh karena itu, yang selayaknya diperjuangkan menjadi kurikulum nasional adalah kurikulum Islam, bukan kurikulum multikultural. Allahu a’lam.
Proyek Menghadang Negara Islam
Proyek Menghadang Negara Islam
PostDateIconFriday, 06 May 2011 17:04 | PostAuthorIconWritten by Shodiq Ramadhan | PDF Print E-mail
Lintas Berita
alt
NII KW9 ternyata berhubungan dengan Pesantren Al Zaytun di Indramayu dan dengan pemimpin yang sama. Keresahan terjadi tapi kenapa polisi tak bertindak?
Dr Azhari, Noordin Muhamad Top, Dulmatin, atau sejumlah tokoh teroris lainnya mati ditembak Densus 88. Yang lainnya ditangkap, diadili, dan mendekam di penjara. Pendek kata, Densus 88 bukan main hebatnya. Hampir tak ada tempat yang aman bagi para penjahat untuk menyembunyikan diri.
Karena itu menjadi tanda tanya besar kenapa pemerintah tak berhasil membongkar jaringan Negara Islam Indonesia (NII)? Padahal NII telah meresahkan masyarakat karena diketahui melakukan cuci otak kepada para pelajar dan mahasiswa yang menjadi korbannya di berbagai daerah dan kota. Lebih meresahkan setelah ternyata Pepi Fernando, 32 tahun, sutradara film dan otak teroris bom buku dan perencana peledakan bom di dekat pipa gas di Serpong, Tangerang, pernah pula menjadi anggota NII.
Jaringan ini diketahui memeras, menipu, memoroti duit korbannya, dan itu menggunakan nama Islam. Sampai ada anak membenci atau melawan orang tua, remaja raib dan tak pulang ke rumah, dan banyak lagi cerita serupa lainnya. Yang menghebohkan adalah kasus Laila Febriani alias Lian, gadis yang ditemukan April lalu, dalam keadaan linglung di Masjid At-Taawun, Puncak, Bogor. Dia adalah korban cuci otak oleh NII.
Nama negara Islam, atau bahkan nama Islam itu sendiri sudah hancur-hancuran, babak-belur, paling tidak menjadi amat jelek, karena perbuatan NII. Sebentar lagi orang akan takut mendengar nama negara Islam, bahkan mendengar nama Islam itu sendiri.
Tapi mengapa pemerintah diam saja? Kenapa Densus 88 tak menunjukkan kebolehannya menyergap dan menembaki markas dan para anggota NII, seperti dilakukannya selama ini dalam memberantas terorisme?
Ternyata karena intelijen berada di belakang dan selalu melindungi NII. Itulah yang diungkapkan secara terbuka kepada wartawan oleh Al Chaidar, peneliti dan penulis sejumlah buku tentang NII. Menurut Al Chaidar masalah NII sebenarnya sudah cukup jelas sejak lama karena sejumlah pihak telah melakukan penelitian, termasuk penelitian oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa tahun yang lalu.
Dari penelitian itu diketahui bahwa NII KW 9 (Komando Wilayah 9) punya kaitan dengan Pesantren Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat, yang dipimpin A.S Panji Gumilang alias Abu Toto. ‘’Panji Gumilang itu adalah orang yang dilindungi pemerintah atau oleh oknum intelijen,’’ kata Al Chaidar yang beberapa kali pernah mengunjungi Pesantren Al Zaytun dan mewawancarai Abu Toto.
Dalam operasionalnya NII berusaha mengumpulkan duit sebanyak-banyaknya dari para simpatisan dan para korban (yang tertipu). Menurut Al Chaidar hanya sekitar 10% uang itu digunakan untuk keperluan pesantren. Sisanya dibagi-bagi, termasuk dengan para oknum intelijen.
Dengan cara seperti ini, Al Chaidar mengatakan bahwa tujuan NII ini (yang disebutnya gadungan) hanya untuk mencari duit dan sama sekali tak ada urusannya dengan rencana mendirikan negara Islam atau untuk kepentingan Islam lainnya.
Pada tahun 1999, Al Chaidar pernah bertemu Letjen Z.A. Maulani, Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) – sekarang dikenal sebagai Badan Intelijen Negara (BIN). Ketika itu Z.A.Maulani berbicara untuk kepentingan Abu Toto alias Panji Gumilang, meminta agar Al Chaidar membatalkan rencana menerbitkan buku yang menyangkut Panji Gumilang. Tapi permintaan itu tak dipenuhi Al Chaidar. ‘’Kawan-kawan saya bilang, ditulis saja korbannya banyak, apalagi nggak ditulis,’’ kata Al Chaidar.
Al Chaidar malah pernah melaporkan Kepala BIN Hendropriyono ke Mabes Polri pada 2003, untuk perbuatan mengancam dan penghinaan. Pada 13 Mei 2003, Hendro mengunjungi Pesantren Al Zaytun dan berpidato di sana. "Dia bilang akan menghajar siapa saja yang melawan Al Zaytun,’’ kata Al Chaidar. Selain itu Hendro mengatakan bahwa orang yang menghujat Al Zaytun adalah iblis. Semua pernyataan Hendro itu terekam dalam VCD dan dijadikan Al Chaidar barang bukti kepada polisi. Tapi maklum sajalah: mana polisi berani mengusut seorang Kepala BIN.
RATUSAN MILYAR DI BANK CENTURY
Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin juga mengungkapkan bahwa pimpinan NII KW 9 dan pimpinan Pesantren Al Zaytun adalah orang yang sama. Dan selama 20 tahun beroperasi NII KW 9 dibiarkan saja oleh pemerintah. ‘’MUI sudah lama memberikan fatwa mau pun peringatan berdasarkan pengaduan banyak pihak yang menjadi korban. Dan itu disampaikan juga kepada pemerintah, namun tak ada tindakan pemerintah yang memuaskan,’’ kata Din.
Pembiaran itu menyebabkan NII kemudian menyebar dengan mudah sampai ke sekolah menengah mau pun perguruan tinggi. Maka Din berpendapat masyarakat harus mencegah penyebaran NII karena pembiaran oleh pemerintah. ‘’Kalau tak dicegah, NII itu hanya akan mendiskreditkan ummat Islam,’’ kata Din.
Hubungannya yang dekat dengan intelijen Indonesia menyebabkan Al Zaitun berkembang dengan cepat dan disebut-sebut sebagai pesantren terbesar di Asia Tenggara. Dan yang lebih menakjubkan ternyata pesantren itu atau NII amat kaya memiliki duit sampai puluhan milyar rupiah – sementara pesantren lain ngos-ngosan kesulitan dana.
Tatkala heboh kasus Bank Century, 21 Desember 2009, Kepala PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) Yunus Husein melaporkan kepada Panitia Khusus (Pansus) DPR tentang Bank Century bahwa seorang bernama Abu Maarik memiliki simpanan di bank itu sebesar Rp 46,2 milyar.
Abu Maarik diduga nama lain dari Panji Gumilang alias Abu Toto, pemimpin Pesantren Al Zaytun dan pemimpin tertinggi NII KW 9. ‘’Kita minta negara segera melumpuhkan jaringan yang merusak negara seperti NII. Apalagi setelah ditemukan dana milyaran rupiah di Bank Century. Kenapa itu tak terendus dari dulu?’’ kata Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR.
Malah sebenarnya dana yang dimiliki NII KW9 pernah lebih besar lagi, mencapai ratusan milyar rupiah dan didepositokan di Bank Century Cabang Senayan, Jakarta. Dana itu berasal dari sumbangan para pendukungnya yang militan. Hal itu diungkapkan bekas Menteri Peningkatan Produksi NII KW9 Imam Supriyanto kepada wartawan Detik.Com.
Dari 1997 – 2003 yang menjadi Kepala Negara NII KW9 adalah Syamsul Alam yang diyakini oleh Imam Supriyanto tak lain dari Panji Gumilang, pimpinan Pesantren Al Zaytun yang dikenal sekarang. Pada 2002 terjadi gejolak internal ketika Syamsul Alam tak bisa mempertanggung-jawabkan dana yang ia gunakan. Saat itu sekitar separuh anggota NII keluar.
Lantas pimpinan NII membuat kewajiban bagi anggota untuk memberikan sumbangan dengan target tertentu. Sejak itulah menurut Imam Supriyanto, terdengar ada anggota NII yang melakukan pemerasan, penipuan, dan semacamnya, guna memenuhi target sumbangan yang telah ditentukan.
Begitu pun Al Zaitun tetap berkibar. Soalnya selain Hendropriyono, cukup banyak pejabat penting yang membekingnya. Presiden BJ Habibie, bekas Panglima TNI Wiranto, Wapres Jusuf Kalla, adalah nama-nama pejabat penting yang pernah mengunjungi Al Zaytun.
Karena itu sekali pun di berbagai tempat terjadi masalah tentang laporan anak sekolah atau mahasiswa yang dicuci otak, atau remaja yang menghilang, polisi tak bertindak ke Al Zaytun mau pun NII. Tampaknya menjadi jelas bahwa NII adalah proyek intel untuk menjelek-jelekkan Islam dan konsep negara Islam kepada rakyat.
Hanya sekali, ketika Irjen Pol Susno Duadji menjadi Kapolda Jawa Barat di tahun 2008, dia bekerja sama dengan MUI menggerebek sebuah upacara pindah warga negara dari warganegara Indonesia menjadi warganegara Negara Islam Indonesia (NII) yang dilakukan di sebuah tempat di Kabupaten Bandung. Sekitar 20 orang NII itu sedang dilantik dan langsung diringkus polisi. Mereka kemudian terbukti melakukan perbuatan makar di pengadilan.
PostDateIconFriday, 06 May 2011 17:04 | PostAuthorIconWritten by Shodiq Ramadhan | PDF Print E-mail
Lintas Berita
alt
NII KW9 ternyata berhubungan dengan Pesantren Al Zaytun di Indramayu dan dengan pemimpin yang sama. Keresahan terjadi tapi kenapa polisi tak bertindak?
Dr Azhari, Noordin Muhamad Top, Dulmatin, atau sejumlah tokoh teroris lainnya mati ditembak Densus 88. Yang lainnya ditangkap, diadili, dan mendekam di penjara. Pendek kata, Densus 88 bukan main hebatnya. Hampir tak ada tempat yang aman bagi para penjahat untuk menyembunyikan diri.
Karena itu menjadi tanda tanya besar kenapa pemerintah tak berhasil membongkar jaringan Negara Islam Indonesia (NII)? Padahal NII telah meresahkan masyarakat karena diketahui melakukan cuci otak kepada para pelajar dan mahasiswa yang menjadi korbannya di berbagai daerah dan kota. Lebih meresahkan setelah ternyata Pepi Fernando, 32 tahun, sutradara film dan otak teroris bom buku dan perencana peledakan bom di dekat pipa gas di Serpong, Tangerang, pernah pula menjadi anggota NII.
Jaringan ini diketahui memeras, menipu, memoroti duit korbannya, dan itu menggunakan nama Islam. Sampai ada anak membenci atau melawan orang tua, remaja raib dan tak pulang ke rumah, dan banyak lagi cerita serupa lainnya. Yang menghebohkan adalah kasus Laila Febriani alias Lian, gadis yang ditemukan April lalu, dalam keadaan linglung di Masjid At-Taawun, Puncak, Bogor. Dia adalah korban cuci otak oleh NII.
Nama negara Islam, atau bahkan nama Islam itu sendiri sudah hancur-hancuran, babak-belur, paling tidak menjadi amat jelek, karena perbuatan NII. Sebentar lagi orang akan takut mendengar nama negara Islam, bahkan mendengar nama Islam itu sendiri.
Tapi mengapa pemerintah diam saja? Kenapa Densus 88 tak menunjukkan kebolehannya menyergap dan menembaki markas dan para anggota NII, seperti dilakukannya selama ini dalam memberantas terorisme?
Ternyata karena intelijen berada di belakang dan selalu melindungi NII. Itulah yang diungkapkan secara terbuka kepada wartawan oleh Al Chaidar, peneliti dan penulis sejumlah buku tentang NII. Menurut Al Chaidar masalah NII sebenarnya sudah cukup jelas sejak lama karena sejumlah pihak telah melakukan penelitian, termasuk penelitian oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa tahun yang lalu.
Dari penelitian itu diketahui bahwa NII KW 9 (Komando Wilayah 9) punya kaitan dengan Pesantren Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat, yang dipimpin A.S Panji Gumilang alias Abu Toto. ‘’Panji Gumilang itu adalah orang yang dilindungi pemerintah atau oleh oknum intelijen,’’ kata Al Chaidar yang beberapa kali pernah mengunjungi Pesantren Al Zaytun dan mewawancarai Abu Toto.
Dalam operasionalnya NII berusaha mengumpulkan duit sebanyak-banyaknya dari para simpatisan dan para korban (yang tertipu). Menurut Al Chaidar hanya sekitar 10% uang itu digunakan untuk keperluan pesantren. Sisanya dibagi-bagi, termasuk dengan para oknum intelijen.
Dengan cara seperti ini, Al Chaidar mengatakan bahwa tujuan NII ini (yang disebutnya gadungan) hanya untuk mencari duit dan sama sekali tak ada urusannya dengan rencana mendirikan negara Islam atau untuk kepentingan Islam lainnya.
Pada tahun 1999, Al Chaidar pernah bertemu Letjen Z.A. Maulani, Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) – sekarang dikenal sebagai Badan Intelijen Negara (BIN). Ketika itu Z.A.Maulani berbicara untuk kepentingan Abu Toto alias Panji Gumilang, meminta agar Al Chaidar membatalkan rencana menerbitkan buku yang menyangkut Panji Gumilang. Tapi permintaan itu tak dipenuhi Al Chaidar. ‘’Kawan-kawan saya bilang, ditulis saja korbannya banyak, apalagi nggak ditulis,’’ kata Al Chaidar.
Al Chaidar malah pernah melaporkan Kepala BIN Hendropriyono ke Mabes Polri pada 2003, untuk perbuatan mengancam dan penghinaan. Pada 13 Mei 2003, Hendro mengunjungi Pesantren Al Zaytun dan berpidato di sana. "Dia bilang akan menghajar siapa saja yang melawan Al Zaytun,’’ kata Al Chaidar. Selain itu Hendro mengatakan bahwa orang yang menghujat Al Zaytun adalah iblis. Semua pernyataan Hendro itu terekam dalam VCD dan dijadikan Al Chaidar barang bukti kepada polisi. Tapi maklum sajalah: mana polisi berani mengusut seorang Kepala BIN.
RATUSAN MILYAR DI BANK CENTURY
Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin juga mengungkapkan bahwa pimpinan NII KW 9 dan pimpinan Pesantren Al Zaytun adalah orang yang sama. Dan selama 20 tahun beroperasi NII KW 9 dibiarkan saja oleh pemerintah. ‘’MUI sudah lama memberikan fatwa mau pun peringatan berdasarkan pengaduan banyak pihak yang menjadi korban. Dan itu disampaikan juga kepada pemerintah, namun tak ada tindakan pemerintah yang memuaskan,’’ kata Din.
Pembiaran itu menyebabkan NII kemudian menyebar dengan mudah sampai ke sekolah menengah mau pun perguruan tinggi. Maka Din berpendapat masyarakat harus mencegah penyebaran NII karena pembiaran oleh pemerintah. ‘’Kalau tak dicegah, NII itu hanya akan mendiskreditkan ummat Islam,’’ kata Din.
Hubungannya yang dekat dengan intelijen Indonesia menyebabkan Al Zaitun berkembang dengan cepat dan disebut-sebut sebagai pesantren terbesar di Asia Tenggara. Dan yang lebih menakjubkan ternyata pesantren itu atau NII amat kaya memiliki duit sampai puluhan milyar rupiah – sementara pesantren lain ngos-ngosan kesulitan dana.
Tatkala heboh kasus Bank Century, 21 Desember 2009, Kepala PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) Yunus Husein melaporkan kepada Panitia Khusus (Pansus) DPR tentang Bank Century bahwa seorang bernama Abu Maarik memiliki simpanan di bank itu sebesar Rp 46,2 milyar.
Abu Maarik diduga nama lain dari Panji Gumilang alias Abu Toto, pemimpin Pesantren Al Zaytun dan pemimpin tertinggi NII KW 9. ‘’Kita minta negara segera melumpuhkan jaringan yang merusak negara seperti NII. Apalagi setelah ditemukan dana milyaran rupiah di Bank Century. Kenapa itu tak terendus dari dulu?’’ kata Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR.
Malah sebenarnya dana yang dimiliki NII KW9 pernah lebih besar lagi, mencapai ratusan milyar rupiah dan didepositokan di Bank Century Cabang Senayan, Jakarta. Dana itu berasal dari sumbangan para pendukungnya yang militan. Hal itu diungkapkan bekas Menteri Peningkatan Produksi NII KW9 Imam Supriyanto kepada wartawan Detik.Com.
Dari 1997 – 2003 yang menjadi Kepala Negara NII KW9 adalah Syamsul Alam yang diyakini oleh Imam Supriyanto tak lain dari Panji Gumilang, pimpinan Pesantren Al Zaytun yang dikenal sekarang. Pada 2002 terjadi gejolak internal ketika Syamsul Alam tak bisa mempertanggung-jawabkan dana yang ia gunakan. Saat itu sekitar separuh anggota NII keluar.
Lantas pimpinan NII membuat kewajiban bagi anggota untuk memberikan sumbangan dengan target tertentu. Sejak itulah menurut Imam Supriyanto, terdengar ada anggota NII yang melakukan pemerasan, penipuan, dan semacamnya, guna memenuhi target sumbangan yang telah ditentukan.
Begitu pun Al Zaitun tetap berkibar. Soalnya selain Hendropriyono, cukup banyak pejabat penting yang membekingnya. Presiden BJ Habibie, bekas Panglima TNI Wiranto, Wapres Jusuf Kalla, adalah nama-nama pejabat penting yang pernah mengunjungi Al Zaytun.
Karena itu sekali pun di berbagai tempat terjadi masalah tentang laporan anak sekolah atau mahasiswa yang dicuci otak, atau remaja yang menghilang, polisi tak bertindak ke Al Zaytun mau pun NII. Tampaknya menjadi jelas bahwa NII adalah proyek intel untuk menjelek-jelekkan Islam dan konsep negara Islam kepada rakyat.
Hanya sekali, ketika Irjen Pol Susno Duadji menjadi Kapolda Jawa Barat di tahun 2008, dia bekerja sama dengan MUI menggerebek sebuah upacara pindah warga negara dari warganegara Indonesia menjadi warganegara Negara Islam Indonesia (NII) yang dilakukan di sebuah tempat di Kabupaten Bandung. Sekitar 20 orang NII itu sedang dilantik dan langsung diringkus polisi. Mereka kemudian terbukti melakukan perbuatan makar di pengadilan.
Langganan:
Postingan (Atom)